Gerilya Meski Belum Terima SK, Uu: Tak Mungkin PPP Rekomendasi Calon Lain

Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum selaku calon gubernur Jawa Barat melakukan kegiatan sosialisasi dirinya di Kota Sukabumi pada Minggu, 24 September 2017 (Herry Febrianto/PemiluUpdate.com)

KOTA SUKABUMI, PemiluUpdate.com – Calon Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menegaskan dirinya lebih gundah menjadi pemimpin yang gagal menyejahterakan masyarakat ketimbang pupus menjadi calon pemimpin (dubernur/wakil gubernur).

Prinsip itulah yang menjadi alasan Bupati Tasikmalaya ini serius mencalonkan diri. Uu telah membangun jaringan pemenangan di 27 kota dan kabupaten se-Jawa Barat walaupun belum pasti memperoleh tiket sebagai kandidat kontestan Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018.

Jaringan yang sudah terbentuk yakni Simpatisan Uu Ruzhanul Ulum (Simpul) di sembilan daerah, Forum Ajang Silaturahmi (FAS) beranggota kiai dan santri, serta Baraya Uu (BarU) yang berisi komunitas warga Tasikmalaya. 

“Tiga jaringan sudah saya bangun, di luar jalur partai. Ini sesuai instruksi partai,” ungkap Uu Ruzhanul Ulum usai mengukuhkan relawan Simpul 08 Kota Sukabumi di sebuah hotel bilangan Selabintana, Kabupaten Sukabumi, Minggu, 24 September 2017.

Jaringan yang dibentuk, jelas Uu, bukan hanya sebatas dukungan tetapi bagaimana masyarakat ikut menyukseskan dirinya menjadi calon gubernur atau wakil gubenur Jawa Barat.

[Baca juga: Demokrat dan PAN Ingin Buat Poros Baru, PPP Ambil Langkah Kuda]

Memang secara de jure belum ada surat keputusan untuk Uu menjadi calon kepala daerah dari PPP. Namun de facto, dengan hadirnya seluruh pengurus DPC PPP di setiap kegiatan merupakan bentuk dukungan bagi Uu.

“Saya merasa bahagia dan menjadi sinyal menguatkan saya akan diusung di Pilgub Jawa Barat,” tandas Uu.

Sejak awal PPP, jelas Uu, sudah memberikan tugas tambahan bagi dirinya untuk meningkatkan elektabilitas dan popularitas. Juga menjalin komunikasi dengan parpol dan kandidat lainnya. Bahkan partainya, menurut Uu, juga meminta agar melakukan survei internal yang hasilnya diumumkan awal Oktober mendatang.   

“Keinginan saya tetap menjadi Jabar Satu tetapi saya tidak bisa melawan apa yang diputuskan partai nantinya. Sudah diusung oleh partai saja sudah untung,” tegas Uu.


Komunikasi dengan Emil

Konstelasi politik Pilgub Jawa Barat 2018 terus berubah, bagi Uu secara pribadi menguntungkan. Namanya yang sempat disandingkan dengan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (Emil) menaikkan tingkat popularitas dirinya. 

“Justru sangat menguntungkan. Popularitas Kang Emil yang lebih tinggi pastinya akan meningkatkan popularitas saya juga,” katanya.

[Baca juga: Golkar tak Usung Emil, Nasdem: Tidak Apa-apa, PPP di Depan Mata]

Uu sendiri tidak menampik kedekatan yang sudah terjalin dengan Emil. Beberapa kali dirinya menggelar pertemuan di Pendopo Balai Kota Bandung dan hal serupa dilakukan Emil yang dua kali mendatangi pondok pesantren miliknya. 

“Memang ada kedekatan tetapi namanya politik, berbicara jika sudah jadi. Intinya saya hanya diinstruksikan partai untuk membangun komunikasi dengan parpol dan calon, nggak mungkin DPP ke yang lain selain saya,” kata Bupati Tasikmalaya dua periode tersebut. ()Herry Febrianto


[Surel Marketing/Redaksi: pemiluupdate@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here