PAN Tinggalkan Adik Gubernur Sulsel, Beralih Dukung Pak Prof

Calon gubernur Sulawesi Selatan Ichsan Yasin Limpo dan Nurdin Abdullah pada Pilkada Sulawesi Selatan 2018 (Istimewa/youtube.com & pandawanurdinabdullah.blogspot.com)

MAKASSAR, PemiluUpdate.com – Partai Amanat Nasional (PAN) dikabarkan memutuskan meninggalkan pasangan calon gubernur Ichsan Yasin Limpo (IYL)-calon wakil gubernur Sulawesi Selatan Andi Mudzakkar (Cakka). Partai berlambang matahari memilih mendukung paket lain pada Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur (Pilgub) Sulawesi Selatan 2018.

Ichsan Yasin Limpo adalah adik Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo (SYL), yang sebelumnya memimpin DPD Partai Golkar setempat.

Ketua Pengorganisasian dan Keanggotaan (POK) DPP PAN Yandri Susanto menegaskan keputusan partainya tersebut. Duet yang akhirnya diusung yakni Pak Prof alias Nurdin Abdullah (NA)-Tanribali Lamo (TBL).

Walaupun berpindah ke lain hati, Yandri menyatakan keputusan dimaksud bukan sepenuhnya langkah PAN meninggalkan IYL-Cakka. Penyebabnya adalah IYL-Cakka gagal menggalang koalisi yang mencukupi syarat minimal kepemilikan kursi di DPRD Sulawesi Selayan, yakni 17. Berbeda halnya dengan NA-TBL.

“PAN hanya memiliki sembilan kursi. Faktanya Pak Ichsan tidak cukup untuk melengkapi koalisi. Sampai hari ini belum dapat. Jadi PAN juga melakukan komunikasi. PAN tidak mau tersandera,” kata Yandri, Rabu, 20 September 2017.


Makin Kuat

NA sebelumnya telah dielus PKS, pemilik enam kursi, dan Partai Gerindra yang memiliki 11 kursi di DPRD Sulawesi Selatan. Popularitas dan prestasi bupati Bantaeng dua periode ini membuat kedua partai sulit berpaling dari Pak Prof. PKS sendiri pengusung utama NA pada dua kali Pilkada Bantaeng.

“PKS sudah 90 persen ke kami,” kata Nurdin Abdullah seusai mengembalikan formulir pendaftaran di DPD Partai Gerindra Sulawesi Selatan, Selasa, 19 September 2017. Persekutuan PKS dengan Gerindra di level pengurus pusat mendasari koalisi kedua partai menghadapi Pilgub Sulawesi Selatan 2018.

[Baca juga: Dua Kubu Berebut Rekomendasi PAN, Nurdin-Aziz Berpotensi Koalisi Gemuk]

“Kalau tidak salah sudah ada di tangan (PKS). Kalau kami masuk (Gerindra) sudah lengkap (17 kursi),” tutur Ketua DPD Partai Gerindra Sulawesi Selatan Idris Manggabarani.

Bila PAN resmi mengetuk palu mengusung NA-TBL, maka koalisi Gerindra-PKS-PAN benar-benar menjadi poros yang sangat patut diperhitungkan pada Pilkada Sulawesi Selatan 2018.


Menggerus Posisi Jagoan Golkar

Poros baru yang sedang dibangun Pak Prof bersama Gerindra, PKS, dan menyusul PAN jelas ancaman serius bagi koalisi yang sudah lebih awal terbentuk. Partai Golkar dan Partai Nasdem menjagokan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz). Sedangkan IYL-Cakka masih berupaya menggalang parpol.

[Baca juga: Nurdin Abdullah Optimistis Raih Tiket Cagub Sulsel dari Demokrat]

NH-Aziz disebut-sebut berpotensi membentuk koalisi gemuk. Namun, popularitas Pak Prof benar-benar bakal menggerus posisi nyaman NH-Aziz, yang disokong partai kuning yang selama ini mendominasi pemilu di Sulawesi Selatan.

Pasangan calon Agus Arifin Nu’mang-Aliyah Mustika Ilham dan Abdul Rivai Ras hampir pasti kehilangan kesempatan mengantongi dukungan Gerindra. Mereka lebih dahulu mendekati partai berlambang garuda namun NA yang lebih menarik bagi partai besutan Prabowo Subianto. ()ALY/MIH


[Surel: pemiluupdate@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here