Selangkah Lagi Koalisi Segi Tiga Demokrat-Masagi-Gerindra?

Wali Kota Sukabumi Mohamad Muraz (tengah) selaku ketua DPC Partai Demokrat Kota Sukabumi menerima anggota koalisi Masagi di rumah dinasnya (Herry Febrianto/PemiluUpdate.com)

KOTA SUKABUMI, PemiluUpdate.com – Peta koalisi partai politik jelang Pilkada Kota Sukabumi 2018 tidak berbeda dengan pertarungan Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Barat pada tahun yang sama. 

Merujuk pertemuan elit DPC Partai Demokrat Kota Sukabumi dengan Koalisi Masyarakat Bersama Membangun Kota Sukabumi (Masagi) yang dimotori PAN dan PPP di Rumah Dinas Wali Kota Sukabumi, Sabtu malam, 16 September 2017.

Pertemuan yang bertajuk silaturahim tersebut, dipimpin Wali Kota Sukabumi Mohamad Muraz selaku ketua DPC Partai Demokrat Kota Sukabumi, Ketua DPD PAN Faisal Anwar Bagindo, dan Ketua DPD PPP Ima Slamet. 

Sekretaris DPC Partai Demokrat Henry Slamet kepada PemiluUpdate.com mengamini dan tidak menampik jika arah koalisi partai berlambang mercy akan sama dengan yang terjadi di Pilgub Jawa Barat, yakni poros baru PAN, PPP dan Demokrat, serta Gerindra. 

“Kalau bisa (koalisi) seperti itu kan bagus. Tinggal menjalin komunikasi dengan Gerindra,”  ujar Henry, Minggu, 17 September 2017.


Demokrat-Masagi 

Wacana Partai Demokrat dan Masagi untuk berkoalisi di Pilkada Kota Sukabumi tinggal selangkah lagi diwujudkan. Pada prinsipnya, jelas Henry, Demokrat terbuka dengan semua partai apalagi di tingkat provinsi sudah sepaham. “Kalau sudah sepaham mungkin bulan depan,” tandasnya.

[Baca juga: Gerindra Gabung Poros Baru Pilgub Jabar, Bagaimana Nasib Demiz-Syaikhu?]

Partai Demokrat sendiri sudah terlebih dahulu menjalin kesepakatan bersama PKS untuk berkoalisi yang mengusung pasangan calon wali kota Achmad Fahmi dan wakil wali kota Andri Setiawan Hamami dengan jumlah tujuh kursi. Sedangkan PAN dan PPP yang tergabung dalam Masagi memiliki enam kursi.

Sementara itu Sekretaris DPD PAN Kota Sukabumi Thendy Lukmanul Hakkim menegaskan pertemuan baru hanya sebatas silaturahim. Demokrat baru merespon surat Masagi terdahulu mengingat kesibukan Ketua Demokrat Mohamad Muraz. “Belum fixed,” tegasnya.

Alasannya, tambah Thendy, Demokrat sudah menentukan usungan bersama dengan PKS. Sedangkan Masagi hanya menawarkan konsep membangun Kota Sukabumi lebih baik. “Kami hanya  membahas situasi kota saat ini secara komprehensif,” katanya.

Terkait wacana koalisi Masagi bersama Demokrat seperti di poros ketiga Pilgub Jabar, Thendy mengakui memang ada. Tetapi masing-masing partai tidak ada keharusan mengikuti ritme yang terjadi di pilgub. 

“Apabila bicara wacana tersebut, masih ada agenda yang harus diselesaikan menyangkut Gerindra. Sementara Demokrat sendiri sudah fixed dengan PKS. Ini tentunya handycap yang terjadi pada konstalasi di Kota Sukabumi,” tandas Thendy


Menunggu Gerindra

Pertanyaan yang mencuat sekarang, apakah Gerindra yang sudah sepakat berkoalisi bersama Hanura dengan jumlah tujuh kursi akan bergabung jika terwujud koalisi besar dengan Demokrat, PKS, PAN dan PPP. Terlebih Gerindra-Hanura sudah sepakat untuk mengusung Dedi R. Wijaya sebagai calon wali kota atau wakil wali kota Sukabumi. 

[Baca juga: Gerindra Cabut Dukungan, Politikus PKS Jabar: Demiz-Syaikhu Final!]

Jadi kerja sama dimaksud semacam koalisi segi tiga. Di dalamnya ada poros Demokrat-PKS, Masagi, dan Gerindra-Hanura.

Sementara di Pilgub Jawa Barat, poros baru yang berisikan Demokrat, PAN, PP, dan Gerindra sepakat berkoalisi dan tinggal melakukan menandatangani MoU dalam waktu dekat usai menggelar pertemuan di  Hotel Aston, Sentul, Jawa Barat, Kamis malam, 14 September 2017. ()Herry Febrianto


[Surel: pemiluupdate@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here