Elektabilitas Calon Petahana Pilwalkot Bekasi Ditempel Ketat Penantang

Bencana banjir saban tahun mendera Bekasi. Keadaan ini menjadi salah satu faktor ketidakpuasan warga atas kinerja pemerintah daerah (Ridwan Ewako/PemiluUpdate.com)

KOTA BEKASI, PemiluUpdate.com – Survei Indo Consulting Network (ICN) merilis hasil survei terakhir yang menunjukkan popularitas calon-calon petahana pada Pemilu Wali Kota-Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Bekasi 2018, ditempel ketat penantang.

“Popularitas petahana masih tinggi tetapi peluang penantang juga semakin besar,” kata peneliti ICN Whisnu Sentosa dalam rilisnya, Sabtu, 16 September 2017.

Survei pada 10-28 Agustus 2017 menemukan bahwa popularitas kandidat petahana berada di urutan teratas. Di bawahnya kandidat penantang dengan persentase tidak berbeda jauh. Rachmat Effendy (wali kota Bekasi) mendapat nilai 79,7 persen, Akhmad Syaikhu (wakil wali kota Bekasi) 78,9 persen, disusul pendatang baru Hery Koswara 77 persen, Anggawira 76,1 persen, dan terakhir Mochtar Muhammad 75,2 persen.

“Hasil ini menunjukkan persaingan semakin ketat. Nilai penantang hampir menyamai petahana meskipun secara keseluruhan, baik aspek akseptibilitas, kapabilitas, dan elektabilitas petahana masih juara,” Whisnu menambahkan.

[Baca juga: Elektabilitas Calon Gubernur Jateng: Ganjar Teratas, Ferry Juliantono Kedua]

ICN mencatat sebagian besar warga Kota Bekasi belum merasakan perubahan signifikan atas kerja pemerintahan Rachmat Effendy, terutama aspek perekonomian. Fakta ini tergambar oleh 43 persen responden yang mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap kinerja Rachmat Effendy.

“Ketidakpuasan masyarakat Kota Bekasi ini bisa berdampak pada naiknya peluang kandidat penantang. Tapi penantang perlu terus mengambil hati karena petahana masih menjadi tokoh yang diharapkan sebagian masyarakat Kota Bekasi,” ulas Whisnu.


Menuntut Kursi Wakil

Soal manuver parpol, poros tengah sepakat mengajukan Ketua DPC PPP Kota Bekasi Sholihin sebagai calon pendamping Rahmat Effendi pada Pilkada Kota Bekasi 2018. Ketua DPC Hanura Kota Bekasi Syaherallayali mengungkapkan hal ini.

“Jika Golkar ingin berkoalisi dengan partai poros tengah, salah satu syaratnya menjadikan Pak Sholihin sebagai calon wakil wali kota mendampingi Pak Rahmat Effendi,” kata Syaherallayali di Kota Bekasi, Sabtu, 16 September 2017.

Ral, sapaan Syaherallayali, mengungkapkan jika Wali Kota Bekasi itu intens melakukan komunikasi dengan partai menengah yakni Hanura, PPP, Demokrat, PAN, dan PKB. Namun partai tengah menginginkan calon petahana tersebut mengambil salah satu kader partai tengah menjadi pendampingnya.

“Kami sepakat mendorong Pak Sholihin menjadi calon wakil wali kota berpasangan dengan Rahmat Effendi,” kata Ral.

[Baca juga: 11 September, PDIP Mulai Deklarasi Calon Gubernur pada Pilkada 2018]

Dalam waktu dekat, aku Ral, Hanura bersama sejumlah partai menengah melakukan pertemuan koalisi. Ditargetkan akan ada penandatanganan kontrak politik koalisi. Salah satu poin yang bakal disepakati adalah pengajuan Sholihin sebagai calon wakil Rahmat Effendi.

Ketua DPC PPP Kota Bekasi Sholihin mengaku optimistis dapat menjadi pendamping Rahmat Effendi. “Saya optimis itu. Saya sudah persiapkan segalanya, termasuk logistik di pilkada nanti,” kata Sholihin.

Dia mengingatkan, sangatlah riskan jika Rahmat Effendi mengambil calon pendamping dari birokrat ataupun bukan dari kader partai menengah. ()AAM


[Surel: pemiluupdate@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here