Malam Ini, Gerindra Ikut Rapat Koalisi Poros Ketiga Pilgub Jabar

Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat Iwan Ridwan Sulandjana dan Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat Mulyadi pada satu pertemuan di Kota Bandung, Senin, 21 Agustus 2017 (Herry Febrianto/PemiluUpdate.com)

JAKARTA, PemiluUpdate.com – Partai Gerindra, melalui DPD-nya di Jawa Barat (Jabar), tidak main-main dengan pernyataan mencabut dukungan kepada calon gubernur Deddy Mizwar (Demiz)-calon wakil gubernur Ahmad Syaikhu pada Pilkada Jawa Barat 2018.

Kamis malam ini, 14 September 2017, Ketua DPD Partai Gerindra Mulyadi bergabung dalam pertemuan poros koalisi baru Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Barat. Kubu ini digagas DPD Partai Demokrat, DPW PAN, dan DPW PPP setempat.

Pertemuan yang digelar di salah satu hotel di Kabupaten Bogor itu menjadi pertemuan pertama Gerindra dengan poros ketiga kontestasi Pilgub Jawa Barat, pasca hubungan Gerindra dengan PKS memanas.

Silang pendapat elit Gerindra dan PKS di media massa terjadi setelah Mulyadi mengeluarkan penyataan tegas bahwa pihaknya menarik dukungan kepada duet Demiz-Syaikhu. Berbagai alasan mengemuka sebagai dasar sikap Gerindra Jawa Barat.

Politikus PKS menanggapi santai statement Mulyadi tak bakal mengganggu posisi Demiz-Syaikhu yang didorong penuh sejak awal oleh PKS. Juga tidak akan merusak rencana koalisi Gerindra dengan PKS pada Pilgub Jawa barat 2018.

“Ya, boleh dikatakan pertemuan Gerindra dengan teman-teman Demokrat, PPP, dan PAN malam ini menjadi salah satu bukti DPD Jawa Barat tidak main-main saat mengeluarkan sikap mencabut dukungan kepada Pak Deddy dan Pak Syaikhu,” ujar Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat Mulyadi kepada PemiluUpdate.com di Jakarta, Kamis, 14 September 2017.

Diutarakan pula, sejawatnya di DPD Partai Demokrat, DPW PAN, dan DPW PPP Jawa Barat menyambut hangat dirinya ketika berkomunikasi seputar upaya menyamakan persepsi soal pilgub, pasca pernyataannya mencabut dukungan kepada Demiz-Syaikhu. “Welcome, kata teman-teman di Demokrat, PAN, dan PPP,” tutur Mulyadi.

Pertemuan poros baru di luar kubu Partai Nasden dan PKB yang menjagokan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil serta PDIP dan Partai Golkar yang menggadang-gadang Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi itu, aku Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat, belum membahas materi calon kepala daerah.

“Kami sepakati untuk membicarakan potensi koalisi dan membuat parameter pemimpin yang bisa diterima serta mampu membawa Jawa Barat ke depan, yang lebih maju. Kami belum bicara kandidat dulu,” papar Mulyadi.

[Baca juga: Demokrat dan PAN Ingin Buat Poros Baru, PPP Ambil Langkah Kuda]

Ditanya, apakah langkah DPD Partai Gerindra membuka ruang koalisi dengan poros ketiga tersebut sudah dikomunikasikan ke DPP, Mulyadi menegaskan tentu. Dirinya, kata dia, sejak awal diberi kewenangan penuh membuka komunikasi politik seluas-luasnya dengan parpol lain –di luar PKS.


Poros Baru Seksi

Ketua DPW PAN Jawa Barat Hasbullah Rahmad membenarkan bahwa barisannya memang mengadakan pertemuan pada Kamis malam ini (14/9/2017). Poros baru ini, menurutnya, kemungkinan bakal lebih gemuk. Bakal ada parpol baru yang bergabung guna memperkuat kerja sama koalisi.

“Mungkin karena seksi, ya,” tutur Hasbullah kepada PemiluUpdate.com pada hari yang sama secara terpisah.

Ditambahkan, senada dengan penjelasan Mulyadi, dalam pertemuan lanjutan poros barunya memang belum bakal membahas siapa calon gubernur-wakil gubernur Jawa Barat yang akan diusung nantinya. Mereka masih dalam tahap membahas upaya menyamakan visi-misi membangun Jawa Barat ke depan. ()EWA


[Surel: pemiluupdate@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here