Menguat, Sinyal Wali dan Wakil Wali Kota Sukabumi Kembali Berduet

Duet Mufakat yakni Mohamad Muraz (kiri) dan Achmad Fahmi pada Pilkada Kota Sukabumi 2012. Keluar sebagai peraih suara terbanyak (Istimewa/Dok. Mohamad Muraz)

KOTA SUKABUMI, PemiluUpdate.com – Sinyal Wali Kota Sukabumi Mohamad Muraz akan kembali mencalonkan diri pada pemilu wali kota-wakil wali kota (Pilwalkot) Sukabumi semakin menguat. Jika terjadi maka akan ada duet “Mufakat (Muradz-Fahmi Bersama Rakyat) Jilid II” pada Pilkada Kota Sukabumi 2018.

Paket yang dimaksud ini adalah pasangan Mohamad Muraz, yang juga ketua DPC Partai Demokrat, dengan Achmad Fahmi –wakil wali kota Sukabumi sekarang.

Ancaman Muraz dikaitkan dengan kemungkinan adanya kader internal dan eksternal parpol koalisi yang berkhianat. Juga, katanya, bila seluruh elemen pemenangan tidak solid mendukung paket pasangan calon wali kota Achmad Fahmi dan calon wakil wali kota Andri Setiawan Hamami (FAHAM).

Keluarnya ancaman Wali Kota Sukabumi tersebut dinilai berbagai pihak sebagai isyarat Muraz memang sudah ancang-ancang untuk membentuk pemerintahan Mufakat Jilid II.

Muraz sendiri melansir hasil survei elektabilitas dan popularitas dirinya kini sebesar 60 persen. Kondisi ini, menurutnya, menjadi modal Mufakat Jilid II memenangi Pilwalkot 2018. Bahkan dapat mendorong Pilkada Kota Sukabumi tahun depan hanya diikuti calon tunggal, yakni cuma Mufakat Jilid II.

Menanggapi pernyataan Muraz, Wakil Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi selaku kandidat mengatakan tidak masalah bagi dirinya. Walaupun antara Demokrat dan PKS solid mempersiapkan duet FAHAM, katanya, paket ini bukanlah komposisi final sebab prosesnya masih berputar.

“Politik itu dinamis. Perubahan bisa terjadi setiap saat karena komunikasi masih terus dilakukan dengan semua pihak,” ujar Fahmi, yang diusung PKS, kepada PemiluUpdate.com di Gedung DPRD Kota Sukabumi, Selasa, 12 September 2017.

Fahmi mengaku tidak bisa secara tegas mengatakan bakal kembali berpasangan dengan Muraz atau tidak. Alasannya, paket FAHAM hingga kini masih masih digodok walaupun juga belum dapat dipastikan tak bakal berubah.

“Kalau dibilang FAHAM pasti, nanti bila sudah ada surat keputusan (SK). Jadi sangat memungkinkan akan berubah ke depannya,” tandasnya. ()Herry Febrianto


[Surel: pemiluupdate@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here