Dua Kubu Berebut Rekomendasi PAN, Nurdin-Aziz Berpotensi Koalisi Gemuk

Patung Sultan Hasanuddin di jalur masuk menuju Bandara Sultan Hasanuddin-Makassar. Bandara terbesar di Indonesia bagian Timur ini salah satu kebanggaan warga Sulawesi Selatan (Ridwan Ewako/PemiluUpdate.com)

MAKASSAR, PemiluUpdate.com – Pasangan calon gubernur-wakil gubernur Sulawesi Selatan pada Pilkada 2018 Ichsan Yasin Limpo (IYL)-Andi Mudzakkar (Cakka) berebut dukungan PAN. Lawannya adalah Nurdin Abdullah (NA)-Tanribali Lamo (TBL).

Parpol berlambang matahari ini memang belum mengeluarkan rekomendasi kepada siapapun terkait ajang Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur (Pilgub) Sulawesi Selatan tahun depan.

Sebelumnya, PAN disebut-sebut bakal memberikan tiket kepada duet IYL-Cakka. Belakangan pasangan NA-TBL melakukan komunikasi intens dengan petinggi PAN. Kini, terbuka peluang PAN memilih mengusung NA-TBL.

“Komunikasi dengan beberapa partai berlangsung baik, termasuk dengan pengurus DPW dan DPP PAN. Kami menyamakan visi-misi membangun Sulsel (Sulawesi Selatan),” tutur Tim Pemenangan NA-TBL Bunyamin di Makassar, Senin, 11 September 2017.

Dikatakan, NA bukanlah sosok baru bagi PAN. DPP PAN pada lima tahun lalu mendukung NA maju Pemilu Bupati-Wakil Bupati Bantaeng.

“PAN yang pertama memberi dukungan politik kepada Nurdin Abdullah untuk maju menjadi bupati Bantaeng periode kedua. Dukungan PAN pada saat itu tanpa mahar politik,” ujar Bunyamin.

Karena itulah, menurutnya, duet NA-TBL yakin bakal mengantongi dukungan total PAN. Ditambahkan, kedua pihak memiliki kesamaan visi-misi membangun dan menyejahterakan masyarakat provinsi terbesar di Indonesia bagian Timur.

Partai yang didirikan Tokoh Reformasi Amien Rais ini memiliki sembilan kursi di DPRD Sulawesi Selatan. Beralasan jika posisi PAN pada Pilkada Sulawesi Selatan 2018 cukup diperhitungkan.

Optimisme yang sama diutarakan pula Key, juru bicara pasangan IYL-Cakka. Dia mengatakan PAN tidak mungkin pindah ke lain hati. “Sejak awal kami sangat yakin dengan PAN. Apalagi waktu Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III DPP PAN di Kota Bandung, IYL merupakan satu-satunya calon gubernur Sulawesi Selatan yang diundang,” ungkap Key.


Potensi Koalisi Gemuk

Direktur Lembaga Survei Epicentrum Politica (SEP) Iin Fitriani mengalkulasi jika total 85 kursi di DPRD Sulawesi Selatan dibagi rata dengan persyaratan minimal 17 kursi untuk mengusung calon gubernur-wakil gubernur maka akan muncul lima pasang jalur parpol. 

“Namun hal tersebut sulit terwujud karena jatah kursi di DPRD yang tidak sama rata besarnya,” kata Iin pada hari yang sama secara terpisah.

Ditanya peluang kandidat yang berpotensi membentuk koalisi gemuk, Iin berpendapat pasangan Nurdin Halid dan Aziz Qahar Muzakkar (NH-Aziz).

“Perkembangan terakhir mengenai hubungan Golkar-NasDem yang semakin lengket menjadi penyebabnya. Jika Golkar dengan 18 kursi dan Nasdem dengan 7 kursi bersepakat maka NH-Azis melenggang aman dengan bekal 25 kursi, lebih dari cukup,” papar Iin.

Pasangan lainnya yakni Agus Arifin Nu’mang-Aliyah Mustika Ilham (Agus-Aliyah). Paket ini sudah mengantongi dukungan PKB (3 kursi) dan PBB (1 kursi). Jika Aliyah mampu meyakinkan Demokrat (11 kursi) maka kondisi ini menjadi pertimbangan utama Gerindra (11 kursi) untuk bergabung. Dengan demikian terkumpul total 26 kursi. 

“Dua puluh enam kursi merupakan koalisi partai yang cukup besar. Jadi pasangan lainnya akan memperebutkan 34 kursi tersisa,” tandas Iin.

[Baca juga: Nurdin Abdullah Optimistis Raih Tiket Cagub Sulsel dari Demokrat]

Pasangan IYL-Cakka mengklaim telah memperoleh dukungan PAN (9 kursi) dan PPP (7 kursi). Sementara duet NA-TBL mengaku memiliki dukungan partai pengusung yang cukup untuk maju memperebutkan kursi gubernur-wakil gubernur Sulawesi Selatan.

“Dua pasang inilah yang berpotensi mendapatkan koalisi ramping yang tersisa. Mereka akan berebut PKS (6 kursi), Hanura (6 kursi), PDIP (5 kursi) dan PKPI (1 kursi). Keduanya masih sangat berpotensi maju lewat jalur parpol dengan koalisi yang pas diambang persyaratan,” julas Iin. ()MIH


[Surel: pemiluupdate@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here