Wali Kota Sukabumi Ancam Maju Pilwalkot jika Duet FAHAM Berkhianat

Wali Kota Sukabumi Mohamad Muraz, yang juga menjabat ketua DPC Partai Demokrat Kota Sukabumi (Istimewa/Dok. PemiluUpdate.com)

KOTA SUKABUMI, PemiluUpdate.com – Wali Kota Sukabumi Mohamad Muraz mengancam akan mencalonkan diri pada Pemilu Wali Kota-Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Sukabumi 2018 jika ada kader internal Partai Demokrat yang berkhianat. Hal yang sama ditujukan kepada pihak eksternal Demokrat.

Mengemukakan hal itu, Muraz menandaskan bukan berarti pasangan calon wali kota Achmad Fahmi dan calon wakil wali kota Andri Setiawan Hamami (FAHAM) belum bulat.

Muraz yang juga ketua DPC Partai Demokrat tidak menyebutkan bentuk pengkhianatan kadernya yang dimaksud. Penyataan tegasnya itu boleh jadi berkaitan dengan figur dalam komposisi duet calon kepala daerah pada Pilkada Kota Sukabumi 2018 yang disepakati PKS dan Demokrat. Hingga kini belum satupun poros koalisi yang mendeklarasikan pasangan calonnya.

Achmad Fahmi, wakil wali kota Sukabumi, sejak awal diusung PKS. Sedangkan Andri Setiawan Hamami, mantan ketua DPD Partai Golkar Kota Sukabumi, diusung Partai Demokrat setelah menjadi kader.

“Kita mengusung pasangan Fahmi-Andri, insya Allah tidak ada perubahan. Kalau ada kader internal dan eksternal yang berkhianat, saya akan maju lagi,” tandas Muraz kepada PemiluUpdate.com usai meresmikan gedung baru LP3I Kota Sukabumi, Senin, 11 September 2017.


Kembali Tegaskan Sikap ke SBY

Alasan tidak maju lagi di Pilwalkot, ungkap Muraz, dirinya sudah lelah dan takut tidak mampu bekerja maksimal karena faktor usia. Meski hasil survei menunjukkan peluang memenangi Pilkada Kota Sukabumi 2018 cukup besar bila ia maju sebagai calon petahana. Muraz menegaskan dirinya telah bertekad tak turun gelanggang.

“Lebih baik cari alternatif kepala daerah lain. Tidak harus dua kali, walaupun bila saya berpasangan dengan Fahmi kembali mungkin bisa jadi calon tunggal,” katanya.

Muraz mengaku di sela acara perayaan HUT Partai Demokrat di Cikeas, Bogor, kembali menyampaikan sikapnya kepada Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ia menyampaikan sikap untuk tidak kembali diusung partai berlambang mercy sebagai calon wali kota.

SBY akhirnya menerima sikap Muraz tetap ia tetap diminta memimpin DPC Partai Demokrat Kota Sukabumi. “Saya sudah nggak sanggup. Silahkan kalau saya mau dicalonkan ke DPR. Kalau makan itu sebelum kenyang harus berhenti. Saya juga, jabatan wali kota ini sebelum kenyang berhenti,” tuturnya.

Mengenai kriteria wali kota-wakil wali kota Sukabumi lima tahun mendatang, Muraz mengatakan sosoknya adalah pemimpin yang pro rakyat. ()Herry Febrianto


[Surel: pemiluupdate@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here