Karena Usung Dedy Wijaya, Koalisi Masagi Jual Mahal ke Gerindra dan Hanura

Ketua DPD PAN Kota Sukabumi Faisal Anwar Bagindo dan Ketua DPD PPP Kota Sukabumi Ima Slamet memimpin pertemuan Koalisi Masagi (Herry Febrianto/PemiluUpdate.com)

KOTA SUKABUMI, PemiluUpdate.com – Koalisi Masyarakat Bersama Membangun Kota Sukabumi (Masagi) yang di motori PAN dan PPP masih jual mahal mengungkapkan kemungkinan bergabung dengan Partai Gerindra dan Partai Hanura pada Pilkada 2018.

Kesepakatan Gerindra dan Hanura mengusung Dedi R. Wijaya (wakil ketua DPP Partai Gerindra) sebagai calon wali kota atau wakil wali kota dinilai Masagi tidak sesuai dengan pembicaraan bersama Gerindra. Pertemuan-pertemuan sebelumnya baru sebatas membangun kesepahaman konsep sebagai mitra koalisi. Belum mengerucut ke soal calon kepala daerah.

“Langkah Gerindra menggandeng Hanura di luar konsep awal komunikasi dengan Masagi. Kami tidak kecewa karena ini area politik. Setiap partai memiliki hak menentukan sikap masing-masing,” ujar Sekretaris DPD PAN Kota Sukabumi Tendy Lukmana Hakkim kepada PemiluUpdate.com di komplek DPRD Kota Sukabumi, Kamis, 7 September 2017.

Meski tidak terlalu mempersalahkan keputusan Gerindra berkoalisi dengan Hanura, Masagi tetap membuka pintu membangun koalisi. Langkah ini nantinya diputuskan oleh ketua empat parpol.

“Kalaupun ada pembicaraan selanjutnya antara Masagi dan Gerindra, koalisi yang sudah dibangun bersama Hanura akan jadi bahasan khusus. Begitu juga soal Dedi sebagai calon kepala daerah yang diusung pada dasarnya tidak ada masalah. Tinggal bagaimana keseriusan beliau memimpin Kota Sukabumi,” tukas Tendy.

Koalisi Gerindra dan Hanura, menurut Tendy, sebenarnya sudah cukup untuk mengusung satu paket pasangan calon wali kota-wakil wali kota karena sudah memiliki delapan kursi di DPRD. Syarat minimalnya tujuh kursi.

Mencontoh Demokrat dan PKS meski secara de jure belum mengumumkan secara resmi koalisinya. Kedua parpol berani menyatakan paket pasangan kepala daerahnya yakni Achmad Fahmi-Andri Setiawan Hamami (Faham). “Ada kans Masagi bergabung atau tidak dengan Gerindra dan Hanura,” katanya.

Ruang komunikasi terus dibuka Masagi dengan beberapa parpol, seperti Nasdem, Golkar, PDIP, Demokrat, dan PKS. Meski hanya memiliki enam kursi, mereka tidak merasa khawatir karena beberapa partai di atas belum menyatakan deklarasi dengan siapapun.

“Kejadian Gerindra dan Hanura berkoalisi, baru satu hari. Jadi kita tidak menyikapi sebagai hal yang spesial sehingga harus disikapi secara cepat,” katanya.

Tendy berpendapat hal yang wajar ketika beberapa partai melakukan koalisi dan mengusung calon sekalipun. Namun yang jelas, langkah Masagi bergabung dengan Gerindra dan Hanura peluangnya 50-50.

“Kemungkinan itu ada karena area politik ujung-ujungnya tawar-menawar. Semua partai melakukannya,” ujar Tendy. ()Herry Febrianto


[Surel: pemiluupdate@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here