KPU Kerja Ekstra Rampungkan Persiapan Pilkada di Tiga Provinsi di Jawa

Distribusi kotak suara di provinsi luas dan berpenduduk besar menuntut kerja ekstra. Di samping karena faktor jarak, kuantitas logistik juga besar (Istimewa/pikiran-rakyat.com)

JAKARTA, PemiluUpdate.com – KPU RI terus menyelesaikan tahap demi tahap persiapan penyelenggaran Pilkada serentak 2018. Lokasinya di 171 daerah seluruh Indonesia.

Dalam persiapan tersebut, Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi menyebutkan pihaknya menemukan sejumlah persoalan yang membutuhkan penanganan ekstra. Umumnya disebabkan luasnya wilayah dan besarnya jumlah pemilih.

Daerah yang menuntut perhatian dan penanganan ekstra yakni Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

Pramono menjelaskan jumlah penduduk di provinsi itu sangat besar sehingga berdampak pada kerumitan penyusunan sejumlah logistik dan perlengkapan teknis.

“Akibat jumlah penduduk yang sangat besar maka berimplikasi pada kerumitan dalam penyusunan DPT (Daftar Pemilih tetap) yang berkualitas, penyediaan logistik dalam jumlah besar. Juga persoalan rekrutmen penyelenggara ad hoc, seperti PPK, PPS, dan KPPS dalam jumlah besar, dan sebagainya,” papar Pramono di Jakarta, Selasa, 5 September 2017.

Soal anggaran tidak ada masalah berarti. Di daerah tersebut, kata Pramono, sudah tersedia alokasi anggarannya penyelenggaraan pilkada. Dari total 171 daerah yang akan menyelenggarakan pilkada hanya tersisa 17 daerah yang belum merampungkan nota perjanjian hibah daerah (NPHD).

KPU, aku Pramono, segera menuntaskan penyusunan anggaran dana hibah di daerah-daerah tersebut.


Tahapan

Persiapan penyelenggaraan Pilkada serentak 2018 mulai digelar pada Juni 2017. Bentuknya kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan secara kontinyu hingga puncak pesta demokrasi berupa pencoblosan atau pemungutan suara.

Sedangkan pada September 2017, KPU akan menuntaskan penyusunan NPHD sebagai dasar penetapan anggaran Pilkada.

Sepanjang Oktober 2017, KPU membentuk Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) sebagai pelaksana pilkada.

Setelah itu, KPU akan menerima Data Daftar Penduduk Potensial Pemilih (DP4) sebagai dasar pengolahan data daftar pemilih pada November hingga Desember 2017.

[Baca juga: Tahapan Detail Pilkada Serentak 2018]

Pada Desember 2017 hingga April 2018, KPU juga melaksanakan penyusunan data pemilih, pemutakhiran data pemilih, hingga penetapan DPT.

Tahapan penyerahan dukungan terhadap calon kepala daerah, pendaftaran pasangan calon kepala daerah, penetapan pasangan calon kepala daerah, dan pengundian nomor urut dilakukan pada Desember 2017 hingga Februari 2018.

Masa kampanye dilaksanakan pada Februari-Juni 2018. Pengadaan dan pendistribusian logistik berlangsung pada Maret-Juni 2018. Pemungutan dan penghitungan suara di TPS berlangsung pada 27 Juni 2018.

Rekapitulasi hasil pemungutan suara berlangsung akhir Juni hingga Juli 2018. Sedangkan penetapan pasangan calon kepala daerah terpilih (bila tak ada sengketa) dijadwalkan pada akhir Juli 2018. ()LMC


[Surel: emailewako@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here