Manfaatkan Kurban, Nurdin Halid Dulang Dukungan NU dan Raja Gowa

Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid, yang juga calon gubernur Sulawesi Selatan pada Pilkada serentak 2018 (Istimewa/breakingnews.co.id)

MAKASSAR, PemiluUpdate.com – Dukungan terhadap calon gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Halid pada Pilkada 2018 terus mengalir. Memanfaatkan momentum Idul Adha 1438 H atau Hari Raya Kurban, dia kembali mendapat restu tokoh utama masyarakat Sulawesi Selatan.

Terakhir, fungsionaris DPP Partai Golkar itu mendulang dukungan saat menyambangi pendiri Universitas Muslim Indonesia (UMI) Mokhtar Noer Jaya di kediamannya, Jalan Prof. Abdurrahman A. Basalamah, Makassar, Sabtu malam, 2 September 2017.

Mochtar adalah tokoh Nahdlatul Ulama (NU) berpengaruh di provinsi termaju di Indonesia bagian Timur. Ia ketua DPW PKB Sulawesi Selatan pertama.

Pertemuan NH –sapaan populer Nurdin– dengan Mokhtar berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Di tempat yang sama hadir elit Universitas Muslim Indonesia (UMI) lainnya. Di antaranya Rektor UMI Prof. Masrurah, juga istri Mokhtar, Dekan Fakultas Sastra Muli Umiaty Noer, dan Kepala Rumah Sakit Ibnu Sina Dr. Joko.

Muli kepada pers menjelaskan tidak ada pembicaraan bertopik berat dalam pertemuan tersebut. NH dan Mokhtar sebatas bernostalgia. Mereka bertukar cerita sembari mengenang masa lalunya tatkala masih berstatus anggota DPR RI, mewakili Sulawesi Selatan pada 2000-an.

NH dan Mokhtar memang status sebagai wakil rakyat dari dua partai berbeda. NH menjadi anggota DPR RI melalui Golkar, sementara Mokhtar memakai kendaraan PKB.

“Pertemuan itu mengungkit cerita masa lalu. Ya, sekaitan dengan dinamika politik pusat,” ungkap Muli.

Pada kesempatan tersebut, NH yang Ketua Harian DPP Partai Golkar menyampaikan niatnya menyejahterakan masyarakat. Untuk itu Nurdin terjun ke arena Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur (Pilgub) Sulawesi Selatan tahun depan.


Sokongan Raja Gowa

Sebelumnya, Nurdin berhasil mengantungi restu Raja Gowa Ke-37 Andi Maddusila. Atas dukungan ini, Maddusila menyampaikan permintaan khusus kepada NH benar-benar serius melestarikan budaya dan adat istiadat daerah, bila terpilih nantinya.

“Jika terpilih menjadi gubernur nanti, NH harus bisa melahirkan kebijakan yang melestarikan adat istiadat, bukan malah merusaknya,” kata Andi Maddusila di Makassar, Minggu, 3 September 2017.

Maddusila juga menyinggung permasalahan teranyar yang dialami kelembagaan adat dan budaya yang dipimpinnya. Persoalan muncul ketika pemerintah daerah, dalam hal ini Bupati Gowa, mengangkat dirinya sebagai Raja Gowa. Kelancangan ini, menurut Maddusila, mengakibatkan kesejarahan Gowa kehilangan identitas.

Dalam kontestasi Pilgub Sulawesi Selatan 2018, Nurdin berpasangan dengan Aziz Qahhar Mudzakkar. Paket ini mengusung visi-misi Program Pembangunan Berbasis Kearifan Lokal. Maddusila kepada NH meminta agar program ini benar-benar dijalankan nantinya. ()MIH


[Surel: pemiluupdate@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here