Golkar Rapat Rekomendasi, Dedi Mulyadi Belum Pasti jadi Calon Gubernur

Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto (kanan) dan Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid bersiap memimpin rapat (Istimewa/liputan6.com)

JAKARTA, PemiluUpdate.com – DPP Partai Golkar hari ini memutuskan rekomendasi kepada calon kepala daerah yang diusung pada Pilkada serentak 2018. Keputusan diambil dalam rapat yang digelar di kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin, 4 September 2017.

Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid menjelaskan rekomendasi kepada calon gubernur, bupati, dan wali kota yang resmi diusung partainya dikeluarkan secara menyeluruh.

“Bukan Jawa Barat saja, semua daerah di seluruh Indonesia,” ungkap Nurdin sebelum memimpin rapat.

Dijelaskan, tim khusus dalam rapat dimaksud mendalami nana-nama yang diajukan seluruh DPD Partai Golkar yang di wilayahnya digelar pilkada. Keputusan DPP selanjutnya dikirim kembali ke DPD.

“Langsung kita putuskan. Kan, sudah lewat prosesnya. Ada penjaringan di semua daerah. Sesuai jukla (petunjuk pelaksanaan), ada yang kita survei. Dari hasil itu kita rapatkan sebentar. Hasil penjaringan, dari survei kemudian pendalaman oleh tim pemenangan pemilu,” papar Nurdin, yang juga namanya masuk sebagai salah seorang salon gubernur Sulawesi Selatan.

Meskipun memastikan DPP hari ini mengeluarkan keputusan, sela Nurdin, belum pasti di setiap daerah keluar satu nama calon kepala daerah. Salah satunya untuk Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Barat, belum pasti Golkar resmi mengusung Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. “Belum, nanti (nama-namanya) dipaparkan,” kata Nurdin.

Nurdin menyebutkan masih ada nama kader-kader Golkar lain untuk Jawa Barat selain Dedi Mulyadi, juga Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat. Nama lain dimaksud berasal dari arus bawah partai beringin.

Ditanya siapa calon lain yang dimaksud, Nurdin menyatakan, antara lain Daniel Muttaqien –putra politikus senior Golkar di Indramayu yakni Irianto M.S. Syafiuddin. “Kader Golkar banyak. Semua nama akan dibahas dulu,” ujar Nurdin.

Perebutan kursi Jawa Barat Satu atau gubernur selama ini ramai dibicarakan. Provinsi ini memiliki jumlah pemilih terbesar di Indonesia sehingga penting bagi seluruh partai politik (parpol).

Dedi Mulyadi sendiri sangat agresif menyosialisasikan dirinya sebagai calon kuat gubernur asal Golkar. Beberapa elit DPP sendiri berbeda pandangan terhadap posisi Dedi, yang ditentang kalangan ulama Purwakarta menjadi calon gubernur Jawa Barat.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Idrus Marham dalam beberapa kali kesempatan wawancara pers menegaskan Dedi pasti diusung sebagai calon. Begitu pula senior Golkar Agung Laksono. Namun beberapa fungsionaris lain mengeluarkan pernyataan yang bertolak belakang. ()Madi Cakra


[Surel: pemiluupdate@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here