Pertarungan Petahana, Mantan Pejabat, dan Trah Kiemas di Sumsel

Ilustrasi: Jembatan Ampera, ikon Kota Palembang, Sumatera Selatan (Ridwan Ewako/PemiluUpdate.com)

PALEMBANG, PemiluUpdate.com – Pilkada 2018 di Sumatera Selatan digelar serentak di sembilan kabupaten dan kota, plus Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur (Pilgub) Sumatera Selatan (Sumsel).

Berdasar nama-nama yang beredar di partai politik (parpol), pertarungan memperebutkan kursi nomor satu Bumi Sriwijaya paling sengit. Komposisi nama-nama dimaksud menunjukkan Pilkada Sumatera Selatan 2018 bakal menjadi pertempuran petahana dan “mantan petahana” –jika boleh menyebutnya demikian.

Mantan petahana atau bekas pejabat dimaksud adalah sosok kepala daerah di Sumatera Selatan. Ada bekas gubernur, bupati, dan mantan wali kota.

Mereka tiada lain Syahrial Oesman (mantan Gubernur Sumsel), H.M. Giri Ramanda N. Kiemas (ketua DPRD Sumsel), Aswari Rivai (Bupati Lahat), Herman Deru (mantan Bupati OKU Timur), Eddy Santana Putra (mantan Wali Kota Palembang), dan Ishak Mekki (Wakil Gubernur Sumsel/Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel).

Selain itu, tersebut pula mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar dan bekas Kepala Bareskrim Polri Susno Duadji.

Pada Pilgub Sumatera Selatan 2018, tak satupun parpol yang dapat mengusung sendiri pasangan calon gubernur-wakil gubernur. Dibutuhkan 15 kursi di DPRD Sumatera Selatan bagi parpol dan koalisi parpol untuk mengusung kontestan pilkada tingkat provinsi.

PDIP mempunyai 13 kursi. Partai Demokrat (11 kursi), Golkar (10 kursi), dan Gerindra (10 kursi). Partai lain memiliki kursi antara dua hingga enam kursi.


Bukan Cuma Pembangunan Fisik

Pengamat Sosial Bagindo Togar belum puas atas sosok yang dielus parpol buat memimpin Sumatera Selatan periode 2018-2023. Walau bukan berdasarkan riset, dia mengatakan para pembesar tersebut bukan pilihan terbaik bagi masyarakat.

“Masyarakat sekarang sedang rindu dengan calon yang punya integritas, fenomenal, berani, kreatif, dan cerdas,” Bagindo menyebut alasannya.

Ditambahkan, keliru jika pembangunan megah di Sumatera Selatan di bawah kepemimpinan Alex Noerdin sebagai indikator keberhasilan. Indikasi keberhasilan pembangunan sepenuhnya berdasar grafik peningkatan Indeks Pendapatan Masyarakat (IPM), tingkat kesehatan dan pendidikan membaik, serta angka pengangguran yang menurun.

Standar ukuran pembangunan yang paling mendasar, Bagindo merinci terdiri atas empat hal. Pertama, sistem dan pelayanan kesehatan masyarakat yang baik. Kedua, sistem pendidikan yang baik. Ketiga, kepastian hukum dan keamanan. Keempat, kebersihan dan kerapihan lingkungan kota maupun perkampungan yang terjaga baik.

Jika keempat sektor terpenuhi, menurutnya, aspek yang lain secara otomatis menyusul.

“Saat ini masyarakat membutuhkan pembangunan yang bisa menyentuh per individu. Perlu diingat bahwa APBD disusun berdasarkan per individu warga. Sangat sayang jika masyarakat menggadaikan haknya selama lima tahun dengan menerima uang dari intrik money politics kontestan pilkada,” papar Bagindo.

Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin (kiri). Memerintah dua periode, kepala daerah satu ini dinilai cukup berhasil menghadirkan berbagai karya pembangunan fisik di wilayahnya (Ridwan Ewako/PemiluUpdate.com)


Tokoh Alternatif

Pandangan lentur dikemukakan pengamat politik Joko Siswanto. Syarat pemimpin Sumatera Selatan, menurutnya, memiliki integritas, komitmen, dan silaturahim (IKS). “Jika ketiga hal tersebut dimiliki maka masyarakat akan memilih dan mengikuti,” tuturnya.

Di mata Joko, figur yang mencuat belakangan ini telah memiliki IKS, terlepas kualitas masing-masing.

Walau demikian Joko juga berharap ke depan muncul tokoh-tokoh alternatif. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat akan muncul bakal calon yang lain,” harapnya.


Trah Kiemas

PDIP mengandalkan Giri Ramanda Kiemas, ketua DPRD Sumatera Selatan, pada pilkada tahun depan. Sosialisasinya, antara lain melalui media luar ruang telah memenuhi jalan utama di Palembang dan kabupaten/kota lain di Sumatera Selatan. “Giri Ramanda, Bakal Calon Gubernur Sumsel 2018,” bunyinya.

Sekertaris DPD PDI Perjuangan Sumatera Selatan Ilyas Panji Alam menjelaskan konstituen partainya menginginkan trah Kiemas ikut bertarung. Hal ini mengacu pada sosok Taufik Kiemas (alm.), suami Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri. “Ini akan kami teruskan ke DPP di Jakarta melalui mekanisme partai,” kata Ilyas, yang juga menjabat Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Ogan Ilir.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD PDIP Sumatera Selatan Robby B. Puruhita mengutarakan partainya memajukan Giri sesuai Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD PDIP Sumatera Selatan beberapa bulan lalu di Kabupaten Musi Banyuasin.

“Sesuai hasil rakerda lalu. Partai membuka diri bagi kader-kader yang berkompeten dan terbaik untuk melakukan sosialisasi terlebih dahulu, nanti ditentukan DPP,” kata Robby seolah-olah menegaskan kesempatan buat figur lain tidak tertutup.

Ditambahkan, PDIP tidak patokan sosok muda dan tua dalam menentukan calon gubernur Sumatera Selatan. Koridornya adalah yang bersangkutan kader terbaik partai.

“Kami tidak ingin nantinya calon yang diusung tidak ada apa-apanya (kualitas), Sosok Giri, selain muda juga memiliki kompetensi serta pengalaman yang banyak di legislatif. Ia sudah tiga periode,” ungkap Robby. ()OPJ


[Surel: pemiluupdate@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here