Anies Baswedan Diprediksi Ancam Posisi Jokowi di Pilpres 2019

Gubernur terpilih DKI Jakarta Anies Baswedan bermain bola bersama para orang tua siswa yang mengatar anaknya (Istimewa/Dok. PemiluUpdate.com)

JAKARTA, PemiluUpdate.com – Pemilu presiden (pilpres) akan digelar pada 2019. Pesta demokrasi terdekat pada 2018 berupa pilkada tingkat provinsi, kabupaten, dan kota secara serentak. Pilkada akan diselenggarakan di 171 daerah.

Boleh belakangan namun perbincangan seputar calon presiden (capres) mulai terdengar sekitar setahun belakangan. Bahkan lebih awal ketimbang calon kepala daerah yang baru mulai ramai beberapa bulan terakhir.

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarief Hidayatullah-Jakarta Adi Prayitno kepada pers di Jakarta, Sabtu (2/9/2017), berpendapat Pilpres 2019 kemungkinan bukan cuma menghadirkan dua nama besar.

Selama ini disebut-sebut calon petahana Joko Widodo (Jokowi), presiden RI sekarang, dan Prabowo Subianto, ketua umum DPP Partai Gerindra. Keduanya sudah bertarung pada Pilpres 2014.

Salah seorang yang diprediksi mungkin muncul yakni Gubernur terpilih DKI Jakarta Anies Baswedan. Walau popularitasnya masih di bawah Jokowi, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini masih memiliki waktu. Bukan tidak mungkin ia menjadi ancaman bagi kedua calon presiden pada 2014 dimaksud.

“Bukan hal mustahil dia (Anies Baswedan) menjadi lawan serius Jokowi. Satu catatannya, ada kekuatan besar yang mendukung Anies, seperti Prabowo, Jusuf Kalla, dan SBY (Susilo Bambang Yudhoyono),” kata Adi.

Syarat lainnya, menurut Adi, Anies yang diusung Gerindra dan PKS pada Pilkada DKI Jakarta 2017 harus berkinerja luas biasa dalam menjalankan tugas sebagai gubernur ibu kota negara. Dalam politik, kalkulasi dimaksud sangat mungkin terjadi.

Jika prestasi Anies memimpin Jakarta mampu mendulang simpati masyarakat maka Jokowi mau tidak mau perlu bekerja keras. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini tidak akan mudah memenangi Pilpres 2019 guna kembali berkuasa dua periode.

Kalau perhitungan tersebut terjadi berarti proses perjalanan presiden RI kembali terulang. Berangkat dari posisi gubernur DKI Jakarta kemudian masuk istana.

“Saya kira jika hal tersebut yang terjadi, Jokowi perlu memikirkan baik-baik siapa yang terbaik pendampingnya nanti di 2019,” ulas Adi.


Yusril Capres

Sosok lain, Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra telah diperkenalkan sebagai calon presiden pada Pemilu 2019. Calon wakil presidennya belum ditentukan.

Ketua DPP PBB Bidang Pilpres Sukmo Harsono mengatakan partainya akan memutuskan sosok yang mendampingi Yusril setelah memperoleh petunjuk para kiai, habaib, dan ulama. 

“Kami masih menunggu petunjuk para kiai, habaib, dan para ulama. Bangsa ini butuh pemimpin yang pikiran, ucapan, dan tindakannya semata-mata untuk rakyat,” kata Sukmo, Jumat kemarin.

Mengapa harus berdasar petunjuk tokoh agama? Sukmo menyatakan suara ulama tidak sekadar sesuatu yang bersifat fisik tetapi terdapat keyakinan atas rida Allah SWT. 

“Tokoh yang akan mendampingi Yusril bisa dari kalangan sipil ataupun militer. Jenderal yang bagus banyak, sipil yang hebat banyak, yang minat banyak. Soalnya siapa yang benar-benar baik untuk bangsa ini. Mari kita tunggu bersama,” ungkap Ketua DPP PBB Sukmo. ()LMC/RUH


[Surel: pemiluupdate@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here