Makin Kuat Sinyal Gerindra-PKS Pisah Ranjang di Kota Sukabumi

Wakil Ketua DPC Partai Gerindra Kota Sukabumi Dadun Koharwangsa (kiri) dan Ketua DPC Partai Gerindra Kota Sukabumi Kamal Suherman saat berada di Kantor DPD Partai Gerindra Jawa Barat di Kota Bandung (Ridwan Ewako/PemiluUpdate.com)

KOTA SUKABUMI, PemiluUpdate.com – Manuver PKS yang kukuh mengusung paket Achmad Fahmi dan Andri Setiawan Hamami (FAHAM) bersama dengan Partai Demokrat, mulai membuat gerah Partai Gerindra. Duet ini siap memasuki arena Pilkada Kota Sukabumi 2018.

Fahmi adalah wakil wali kota Sukabumi sekarang. Sedangkan Andri mantan ketua DPD Partai Golkar Kota Sukabumi yang kini menjadi kader Demokrat.

Komitmen awal, seperti semangat yang terbangun di tingkat DPP, Gerindra dan PKS ingin membangun persekutuan hingga level DPC/DPD kabupaten dan kota. Tak terkecuali pada Pilkada Kota Sukabumi.

Sinyal partai besutan Prabowo Subianto ini dengan PKS “saling meninggalkan” kini semakin menguat. PKS yang lebih dahulu lebih nyaman bersama Demokrat akhirnya dijawab Gerindra Kota Sukabumi dengan mempererat komunikasinya dengan Koalisi Masyarakat Bersama Membangun Kota Sukabumi (MASAGI).

Poros MASAGI awalnya digagas PAN dan PPP, dua partai yang “lebih hijau” ketimbang Demokrat. MASAGI disebut-sebut sebagai kekuatan ketiga pada Pilkada Kota Sukabumi.

Ketiadaan sinyal PKS berupaya merangkul Gerindra guna memperkuat paket FAHAM direspons partai berlambang garuda ini dengan pertemuan lebih intens dengan sejawat di MASAGI. Di sini, ruang komunikasi dengan Golkar dan Hanura dibuka.

Sikap tersebut terlihat dalam pertemuan Ketua DPC Partai Gerindra Kota Sukabumi Kamal Suherman dengan Badan Pemenangan Pemilihan Kepala Daerah (Bappda)-nya di Kantor Sekretariat DPC Partai Gerindra, Jalan R.A. Kosasih, Kota Sukabumi, Rabu sore, 30 Agustus 2017. 

Keputusan Andri Setiawan Hamami yang lebih memilih menjadi kader Demokrat juga dibahas dalam rapat tersebut. Langkah adik Ketua DPD Golkar Kabupaten Sukabumi Marwan Hamami yang juga Bupati Sukabumi, sangat disesalkan Gerindra. Andri dinilai mencederai marwah Gerindra.

Betapa tidak, Andri menjadi kader Demokrat saat sedang mengikuti proses penjaringan di Gerindra. Partai ini juga telah membuka pintu bahwa calon wali kota dan wakil wali kota yang akan diusung haruslah seorang kader.

Belum lagi Andri melakukan upaya menyatukan kekuatan PKS, Demokrat, dan Gerindra dianggap seolah-olah seorang calon mengatur formasi koalisi parpol.

“Kami hargai sikap Pak Andri, yang sejak awal berkomitmen maju melalui Gerindra. Manuvernya yang ingin mewujudkan koalisi antara Demokrat, PKS, dan Gerindra, saya kira itu tidak dibahas dalam pertemuan awal saat mendaftar,” ungkap Wakil Ketua DPC Partai Gerindra Kota Sukabumi Dadun Koharwangsa kepada PemiluUpdate.com.

Ia pun menyatakan keheranannya kepada PKS yang justru lebih intens mendorong paket FAHAM bersama Demokrat. Padahal kesepakatan di awal dengan Gerindra bukan membicarakan pasangan, melainkan kerja sama antarpartai terlebih dahulu. 

“Bagi kami terlalu dini menentukan pasangan karena Gerindra sendiri baru mengeluarkan rekomendasi pada 1 Januari mendatang,” jelas Dadun. 

Dadun secara tegas mengatakan sulit bagi Gerindra untuk berkoalisi dengan PKS dan Demokrat jika kedua parpol memaksakan kehendak harus mengusung FAHAM, duet semi petahana. Gerindra bersikap, katanya, paket pasangan ini sama saja dengan duet “Mufakat” pada pilkada Kota Sukabumi sebelumnya.

“Kami tidak ingin mengambil langkah ceroboh. Bicara koalisi harus nyaman dalam bekerja sama meraih kekuasaan. Melihat kondisi sekarang, sekutu dengan PKS bisa saja dilanjut dan tidak. Apalagi masih terbuka peluang untuk melakukan komunikasi dengan parpol lain dan mengusung figur baru,” tegasnya.

Paket Mufakat adalah pasangan Mohamad Muraz dengan Achmad Fahmi yang memenangi pilkada pada 2012. Pengusungnya adalah PKS, Demokrat, dan PKB.

Soal lain, informasi yang dihimpun PemiluUpdate.com, Gerindra Kota Sukabumi ketinggalan kereta membangun koalisi yang menempatkan kader sendiri dalam pemaketan, akibat rivalitas internal. Tiga sosok kader Gerindra yang bersiap maju sebagai calon wali kota atau wakil wali kota bermanuver sendiri-sendiri dan saling melemahkan. ()Herry Febrianto 


[Surel: pemiluupdate@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here