Sekda Ikut Pilkada, Wali Kota Sukabumi: Sebaiknya Segera Mundur

Wali Kota Sukabumi Mohamad Muraz, yang juga menjabat ketua DPC Partai Demokrat Kota Sukabumi (Istimewa/Dok. PemiluUpdate.com)

KOTA SUKABUMI, PemiluUpdate.com – Wali Kota Sukabumi Mohamad Muraz berkomentar tegas saat dimintai pendapatnya seputar posisi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sukabumi Hanafie Zein, yang mengikuti kontestasi pilkada. Ia mendaftar sevagai calon wali kota Sukabumi melalui PDIP.

Muraz mengatakan seorang sekda selaiknya segera meletakkan jabatan setelah mengikuti proses awal penjaringan calon kepala daerah. Jangan menunggu setelah partai politik (parpol) resmi mendaftar nama calon kepada daerah ke KPU.

Aturan formalnya memang menyebutkan saat KPU menerima nama calon kepala daerah yang diusung parpol atau jalur independen maka kandidat berlatar belakang Aparat Sipil Negara (ASN) harus melepaskan statusnya. KPU tidak menerima calon yang berstatus aparatur negara.

“Kalau Desember tidak pensiun tentu tidak bisa mencalonkan dan daftar ke KPU. Minimal enam bulan sudah harus mengajukan pensiun dini,” ujar Muraz kepada PemiluUpdate.com usai menghadiri kegiatan Hari Koperasi Ke-70 di Gedung BBAT, Kota Sukabumi, Rabu, 30 Agustus 2017. 

Soal etis atau tidaknya Sekda Kota Sukabumi terus bertahan, menurut Muraz, memang tergantung pribadi masing-masing. Terserah masyarakat menilai sosok birokrat tersebut.

“Silakan masyarakat bisa melihat etis atau tidak. Kenyataannya sekarang jadi polemik, memicu pro dan kontra,” tandas Muraz, yang juga ketua DPC Partai Demokrat Kota Sukabumi.

Muraz mencontohkan pengalamannya ketika mengikuti Pilkada Kota Sukabumi 2013. Wali Kota Sukabumi saat itu (Alm.) Muslikh Abdussyukur meminta dirinya terus mendampingi hingga akhir jabatan namun Muraz memilih pensiun dini. 

“Almarhum Pak Muslikh meminta ditemani sampai akhir jabatan tapi saya bilang akan pensiun karena mau mencalonkan ikut pilkada,” katanya. 

Sekda Kota Sukabumi Hanafie Zein saat ditemui PemiluUpdate.com di ruang kerjanya, Senin (28/8/2017), secara menggebu-gebu menolak imbauan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo agar ASN sukarela langsung mengundurkan diri seketika mendaftar di parpol.

Hanafie beralasan dirinya tidak akan menyalahgunakan posisinya sebagai sekda untuk kepentingan pencalonannya. Ia akan mengundurkan diri saat namanya resmi didaftar ke KPU oleh parpol yang mengusung.

Namun, Wali Kota Muraz mengonfirmasi bahwa Sekda Hanafie sudah mengajukan surat pensiun dini. “Sudah diajukan dan sedang diproses pensiun dininya,” aku Muraz.

Jabatan Hanafie sebagai sekda Kota Sukabumi resminya baru berakhir pada Juni 2018. ()Herry Febrianto


[Surel: pemiluupdate@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here