Bikin Gaduh, Ulama Minta DPP Golkar Batalkan Pencalonan Dedi Mulyadi

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi (depan), yang sempat disebut-sebut bakal diusung Partai Golkar pada Pilkada Jawa Barat 2018. Dedi juga menjabat ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat (Ridwan Ewako/PemiluUpdate.com)

JAKARTA, PemiluUpdate.com – Persatuan Ulama Purwakarta (PUP) mendatangi Kantor DPP Partai Golkar di Slipi, Jakarta. Mereka menyampaikan aspirasinya mengenai tindak-tanduk Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang meresahkan masyarakat.

Atas perilaku, PUP menilai Dedi tak layak mengikuti kompetisi Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Barat.

“Yang mau dibicarakan tentang masalah Pak Dedi. Apakah dia layak diusung oleh Golkar atau tidak nanti. Alim ulama Purwakarta akan mengungkapkan masalah itu,” kata Ketua PUP K.H. Asep Djamaludin di Komplek DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Rabu, 30 Agustus 2017.

Asep menambahkan hasil muzakarah atau dialog para ulama, asal pesantren dan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Purwakarta, Dedi Mulyadi dinilai tidak layak menjadi calon gubernur Jawa Barat. Kegiatan dan sikap Dedi sehari-hari dinilai melanggar kaidah Islam.

“Menurut ulama tidak layak karena banyak berseberangan dengan apa yang diharapkan. Masalah akidah islamiyah gitu. Banyak sekarang hal yang bikin rusak umat Islam, seperti kemusyrikan,” paparnya.

Menurut Asep, kedatangan ulama Purwakarta ke DPP Golkar merupakan wujud kecintaan kepada umat dan Golkar. Dedi juga menjabat ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat.

“Ulama sangat sayang kepada umat. Bagaimana nanti umat diarahkan ke seperti kemusyrikan itu,” tegasnya.

Ketua II Dewan Pembina Majelis Ulama Indonesia (MUI) Purwakarta K.H. Nana Suryana mengungkapkan hal yang sama. “Sementara ini kami ingin memberikan tausiyah kepada Pak Dedi dan DPP Golkar. Inilah temuan kami di Purwakarta,” katanya.

Ia membantah klaim Dedi bahwa dirinya mendapatkan dukungan umat Islam Purwakarta untuk maju sebagai calon Gubernur Jawa Barat. “Tidak solid. Justru ulama liat kegaduhan itu. Muncullah ulama yang terpanggil untuk berikan masukan kepada DPP Golkar,” papar Nana. 

Nana berharap DPP Partai Golkar menerima aspirasi para ulama. Musyawarah menghasilkan kesepakatan pendapat bahwa Purwakarta, Jawa Barat, dan umumnya Indonesia membutuhkan pimpinan yang bisa mendidik umat. Elit harus menyelamatkan akidah, meluruskan ibadah, dan mengelokkan akhlakul kharimah.

“Dengan begitu, NKRI benar-benar dinikmati yang mayoritas muslim dan juga nonmuslim. NKRI utuh dalam persatuan,” tukas pengurus MUI Purwakarta itu. ()Madi Cakra


[Surel: pemiluupdate@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here