Bela Diri Dinilai Tak Etis, Andri Harap Gerindra Terima Paket FAHAM

Mantan Ketua DPD Partai Golkar Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami. Kini menjadi kader Partai Demokrat (Istimewa/Dok. PemiluUpdate.com)

KOTA SUKABUMI, PemiluUpdate.com – Andri Setiawan Hamami, mantan ketua DPD Partai Golkar Kota Sukabumi yang kini menjadi kader Partai Demokrat, membela diri atas penilaian bahwa dirinya tidak etis dalam manuvernya berburu tiket Pilkada 2018. Namun, ia menilai cap negatif itu wajar muncul.

Penilaian itu, antara lain, dikemukakan Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat Mulyadi. Alasannya, adik kandung Bupati Sukabumi Marwan Hamami itu, berburu Kartu Tanda Anggota (KTA) Demokrat justru ketika sedang mengikuti proses penjaringan calon kepala daerah di Gerindra.

Mulyadi menyebutkan manuver Andri dimaksud mengurangi poinnya dalam penilaian calon kepala daerah di Gerindra.

Atas penilaian itu, kepada PemiluUpdate.com, Andri mengatakan tidaklah mungkin baginya memegang dua kartu keanggotaan partai politik (parpol) –terlebih dalam kaitan pencolonan kepala daerah.

Seraya menyatakan alasannya itu, Andri menegaskan kenyamanannya atas pemaketan dirinya sebagai calon wakil wali kota dengan Wakil Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi sebagai calon wali kota Sukabumi. Duet ini disingkat FAHAM (Fahmi-Andri Hamami).

“Buat apa (ke Gerindra) kalau tidak menang. Nantinya akan berdampak terhadap pemenangan Prabowo,” kata Andri, menyinggung target Gerindra pada Pemilu Presiden-Wakil Presiden (Pilpres) 2019.

Dalam penjelasannya, dia juga menyebut-nyebut status sebagai ketua Tim Pemenangan Prabowo Subianto di Kota Sukabumi pada Pilpres 2014.

Andri seolah-olah memberi janji jika paket FAHAM disetujui Gerindra, dirinya akan berjuang untuk calon Gerindra pada Pilpres 2019. Walaupun ada fakta beberapa kepala daerah yang sebelumnya diusung Gerindra, dinilai “membelakangi” parpol ini selama berkuasa. Alih-alih berjuang untuk Gerindra pada pilpres.

Andri menambahkan dirinya menyerahkan sepenuhnya proses penjaringan yang diikutinya di DPD Partai Gerindra Jawa Barat. Hal pasti, menurutnya, ia menunggu sikap Gerindra antara menerima atau tidak paket FAHAM yang disepakati Demokrat dan PKS Kota Sukabumi.

“Sejak awal paket koalisi yang saya tawarkan antara PKS, Demokrat, dan Gerindra. Kita berterima kasih Pak Wali Kota tidak naik dan luar biasa memberikan kehormatan kepada saya, walaupun sedang diverifikasi oleh Gerindra,” Andri menambahkan.


Harapan PKS ke Gerindra

Setali tiga uang dengan Andri Setiawan Hamami, Sekretaris DPD PKS Kota Sukabumi Abdul Fatah Firman Fauzi menegaskan apakah partainya tetap bersama dengan Gerindra pada Pilkada Kota Sukabumi 2018, tergantung komunikasi lebih lanjut.

“Pekan ini kami akan bertemu dengan pengurus Gerindra untuk mengomunikasikan paket FAHAM. Kita yakin bisa sama-sama memahami,” kata Fatah.

Sejak awal, jelas Fatah, PKS dan Demokrat memang sudah lebih dahulu menjalin komunikasi. Hasilnya kedua parpol bersepakat kembali berkoalisi, melanjutkan kerja sama pada pilkada sebelumnya.

“Memang ada kesepakatan bersama di level atas namun bukan tidak boleh PKS dan Gerindra berhadapan di pilkada,” tegas Fatah.

Sikap PKS terhadap Gerindra di Kota Sukabumi, menurut Fatah lagi, sudah dilaporkannya ke DPW PKS Jawa Barat. Fatah yakin dampak perceraian PKS dengan Gerindra di Kota Sukabumi tidak bakal mengganggu target besar kedua parpol pada Pilpres 2019.

“Bisa saja Gerindra menjadi pengusung FAHAM tanpa memunculkan calonnya namun kami belum komunikasi langsung,” harap Fatah, Gerindra ikhlas. ()Herry Febrianto


[Surel: pemiluupdate@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here