Ikut Pilkada, Sekda Kota Sukabumi Tolak Mentah-mentah Imbauan Mendagri

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sukabumi Hanafie Zein, yang juga calon wali kota Sukabumi pada Pilkada 2018 (Herry Febrianto/PemiluUpdate.com)

KOTA SUKABUMI, PemiluUpdate.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengimbau sekretaris daerah (sekda) yang mengikuti proses pencalonan Pilkada 2018 sukarela mengundurkan diri.

Sebelum ditetapkan sebagai calon kepala daerah oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), undang-undang memang masih membolehkan yang bersangkutan menjalankan tugas sebagai sekda.

Namun, menurut Thahjo, sang sekda secara etika sebaiknya mengundurkan diri agar pencalonannya tidak mengganggu tugasnya mengawal roda administrasi pemerintah daerah.

Terhadap imbauan Mendagri, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi Hanafie Zein menolak mentah-mentah. Calon wali kota dari PDIP beralasan dirinya tidak perlu mengundurkan diri karena tidak pernah meninggalkan tugas dan tanggung jawab.

“Jangan ada ketakutan. Kenapa harus takut dengan jabatan sekda. Kalau mau memanfaatkan (jabatan), sudah lima tahun saya lakukan,” ujar Hanafie kepada PemiluUpdate.com di Kota Sukabumi, Senin, 28 Agustus 2017. 

Sebagai pucuk Aparatus Sipil Negara (ASN), menurut Hanafie, seorang sekda secara normatif menjalankan tugas sesuai instruksi wali kota. Sekda tidak akan keluar dari koridor tersebut.

Jadi, tambahnya, seorang sekda yang mengikuti kontestasi pilkada mundur ketika namanya sudah ditetapkan sebagai calon oleh KPU. Bukan ketika sang sekda mendaftar ke partai politik sebagai bakal calon.

“Kalau sekarang saya dicalonkan oleh partai, belum tentu juga jadi calon. Politik itu sifatnya momentum. Besok lusa bisa saja tidak jadi,” katanya. 

Hanafie lalu meminta kepada semua pihak agar posisinya sebagai sekda dan bakal calon wali kota jangan dipermasalahkan. Proses pilkada yang dijalaninya tidak akan mengganggu.

Sekda Hanafie lalu mengimbau jajaran ASN di bawah agar jangan memikirkan pilkada. Dia juga fokus bekerja sampai Desember alias sebelum ditetapkan sebagai calon resmi oleh KPU. “Jangan takut, saya nggak akan menyeret-nyeret ASN,” tandasnya.

Sesuai aturan, ASN memang tidak boleh masuk dalam politik praktis. Namun Hanafie menegaskan siapapun harus menghormati hak seseorang untuk memiliki dan dipilih sebagai siapa calon kepala daerah. 


Mendagri Tidak Sarankan

“Saya memang tidak terlalu menyimak apa yang disampaikan Pak Tjahjo di media. Sebelumnya beliau tidak menyarankan sekda harus mundur. Kenapa, sih, ada yang takut saya di posisi (sekda) ini. Fair saja kalau ada orang yang mendorong saya untuk berhenti,” paparnya.

Ditambahkan, jabatan sekda di pundaknya saat ini bukan karena dekat dengan pihak manapun. Ia menjadi sekda karena dipilih oleh pimpinan.

Selain menanggapi santai imbauan Mendagri, Hanafie menilai saran agar dirinya mengundurkan diri berasal dari orang emosional dan tak bersedia bertarung fair dalam Pilkada Kota Sukabumi 2018.

“Kalau ada yang goyang-goyang itu hanya emosional saja,” tukasnya.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, yang politikus PDIP (Istimewa/ infonawacita.com)


Omong Kosong Bagi Waktu

Mendagri Tjahjo Kumolo kembali menegaskan sekda selaiknya mengundurkan diri ketika mengikuti proses pilkada saat berada di Kota Bandung, Selasa (22/8/2017).

Sama seperti penjelasan sebelumnya, Tjahjo mengatakan sekda harus mundur memang ketika benar-benar terdaftar di KPU. Namun demikian, gubernur, bupati, dan wali kota bisa mengajukan rekomendasi penggantian sekda kepada Kementrian Dalam Negeri apabila roda pemerintahan menjadi terganggu. 

Tjahjo mengatakan dirinya paham betul bahwa proses menjelang pilkada bakal menguras tenaga dan pikiran calon peserta. Oleh karena itu, dia mengaku tidak yakin jika sekda bisa membagi waktu antara tugas pemerintahan dan tugas politik.

“Kalau sekda ikut-ikutan (mencari) jabatan politis, ya, tatakelola pemerintahan buyar. Omong kosong bisa bagi tugas,” tegasnya.

Selain itu, Tjahjo mengkhawatir sekda menggunakan anggaran pemerintahan untuk melakukan sosialisasi dan kampanye terselubung di lapangan. ()Herry Febrianto


[Surel: pemiluupdate@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here