Demi Target Pilpres 2019, Gerindra Bertekad Sapu Bersih Pilkada Jabar

Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat Mulyadi (kiri) dan Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilihan Kepala Daerah (Bappda) DPD Partai Gerindra Jawa Barat Ali Rasyid (Ridwan Ewako/PemiluUpdate.com)

KOTA BANDUNG, PemiluUpdate.com – Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat Mulyadi mengatakan pihaknya bertekad sapu bersih atau memenangi pertarungan di 16 kota dan kabupaten, serta satu tingkat provinsi di Pilkada serentak 2018.

Target minimalnya, kata Mulyadi, Gerindra wajib memenangi delapan pilkada kabupaten/kota dan satu Pemilihan Umum Gubernur-Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Barat. Antara lain, pilkada di Kabupaten Bogor.

Mengutip Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto, Mulyadi mengatakan seluruh jajaran Gerindra di daerah diminta untuk berpikir taktis dan rasional tentang target sesungguhnya.

Sasaran utama Partai Gerindra adalah memenangi Pemilu Presiden-Wakil Presiden (Pilpres) 2019. Sasaran kedua yakni Pilkada serentak 2018.

“Saya ingin sapu bersih di Pilkada karena ini terhubung dengan Pemilu 2019,” tandas Mulyadi saat menggelar jumpa pers di Kantor DPD Partai Gerindra Jawa Barat (Jabar), Jalan PH. H. Mustofa, Kota Bandung.

Keterangan pers diberikan sehubungan rampungnya pelaksanaan fit and proper test terdapat 79 calon kepala daerah se-Jawa Barat yang terdaftar. Ujian dilaksanakan selama empat hari sejak Senin (21/8/2017).

Citra positif Gerindra sekarang, menurut Mulyadi, menjadi modal utama menjadi jawara Pilkada 2018 dan Pemilu 2019. Hal ini pula ditekankan kepada seluruh calon kepala daerah yang mendaftar melalui Gerindra.

Tiga item kriteria penilaian harus dipenuhi setiap calon kepala daerah yang bakal resmi diusung Gerindra. Pertama, tahap administrasi dan seleksi. Kedua, koridor partai koalisi. Dalam hal ini, kandidat harus memiliki kemampuan membangun komunikasi politik dengan partai lain.

Ketiga, sambung Mulyadi, calon harus memiliki elektabilitas yang baik. Dengan demikian peluang memenangi kontestasi pilkada besar.

“Mohon maaf, karena orientasi pilkada adalah kemenangan pada Pemilu 2019 maka kami bertekad sapu bersih di 16 kota dan kabupaten,” tegas Mulyadi. 

Pihaknya saat ini masih menunggu rekomendasi hasil penjaringan calon kepala daerah, yang dilakukan Badan Pemenangan Pemilihan Kepala Daerah (Bappda) DPD Partai Gerindra Jawa Barat. Kalau formulasi dan matriksnya sudah dibuatkan, baru dilakukan pemetaan wilayah, kandidatnya, serta partai koalisi yang bisa maju dan berpotensi menang. 

Mengenai formasi persekutuan Gerindra dan PKS di Jawa Barat, Mulyadi mengaku belum bisa memastikan. Begitu pula di Pilgub Jawa Barat. Komitmen persekutuan yang kuat dimaksud, katanya, terjadi di tingkat DPP. Bisa jadi diteruskan di pilkada provinsi hingga kabupaten/kota namun pun bisa sebaliknya.

“Belum kita petakan karena PKS sendiri belum jelas akan dukung siapa,” Hari ini kita masih berdamai,” ungkapnya.

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Sukabumi Kamal Suherman (kiri) menjalani uji kelayakan dan kepatutan calon wali kota Sukabumi di DPD Partai Gerindra Jawa Barat (Ridwan Ewako/PemiluUpdate.com)


Calon Diskualifikasi

Bappda DPD Partai Gerindra Jawa Barat telah rampung melaksanakan uji kelayakan dan kepatutan calon kepala daerah di 16 kota dan kabupaten. Uji berlangsung 21-24 Agustus 2017. 

Dari total 79 pendaftar calon kepala daerah, lima orang mengundurkan diri, tiga orang didiskualifikasi dan satu orang gugur karena tidak memenuhi persyaratan admnistrasi.

Bupati Ciamis Iing Syam Arifin dan Wakil Bupati Purwakarta Dadan Koswara menjadi dua nama calon yang didiskualifikasi oleh Bappda karena meminta perubahan jadwal dan lokasi fit and proper test.

Sementara 70 orang calon yang lolos ke tahapan verifikasi faktual, terdiri atas dua petahana, delapan birokrat, empat TNI aktif, dua mantan kepala daerah, dan dua jurnalis. Sisanya adalah calon yang memiliki latar belakang pengusaha, mantan birokrat, dan mantan TNI/Polri. 

Proses penjaringan calon kepala daerah dari Gerindra, diwarnai rendahnya minat perempuan. Pendaftar perempuan hanya sembilan orang. Namun secara umum, seluruh kandidat menunjukkan keseriusannya dalam upaya perubahan ke arah peningkatan kesejahteraan dan pelayanan publik. 

Mereka juga berkomitmen menolak intervensi kekuasaan dalam penyelenggaraan pilkada. Peserta juga menolak praktik politik uang, SARA, dan semua bentuk aksi intoleransi dalam hajat pesta demokrasi di Jawa Barat pada 2018. 

Usai ujian, tim Bappda akan melakukan verifikasi faktual. Langkah ini dilakukan demi keakuratan komitmen yang telah disepakati bersama dengan para calon kepala daerah. Tahapan ini akan menyentuh semua stakeholder di daerah masing-masing agar proses pengusungannya bermuara sepenuhnya atas aspirasi daerah.

Adapun untuk menjajaki tingkat keterpilihan para calon, DPD Gerindra Jawa Barat bekerja sama dengan, antara lain, lembaga survei yang independen. ()Herry Febrianto 


[Surel: pemiluupdate@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here