Usung Demiz-Syaikhu Buru-buru Wujud Jabar Jadi ‘Laboratorium Politik’

Ketua (Plt.) PD Satuan Relawan Indonesia Raya (Satria) Jawa Barat Muhammad Lewi (kiri) dan Ketua Umum PP Satria M. Nizar Zahro, yang juga anggota Fraksi Gerindra DPR RI (Istimewa/Dok. PemiluUpdate.com)

KOTA BANDUNG, PemiluUpdate.com – Soal berita yang terus mengalir seputar pasangan calon gubernur-wakil gubernur Jawa Barat (Jabar) –Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu– pada Pilkada 2018, yang diusung Partai Gerindra dan PKS, terus menjadi bahan diskusi serius.

Bila PKS langsung menindaklanjutinya dengan rapat koordinasi pemenangan yang dipimpin langsung Presiden PKS Sohibul Iman, sebaliknya di pihak DPD Partai Gerindra Jawa Barat. Duet sosok Wakil Gubernur Jawa Barat dan Ketua DPW PKS Jawa Barat ditanggapi “dingin” pengurus DPD Gerindra.

Bahkan, kader di level akar rumput, suara “penentangan” terdengar cukup jelas. Mereka menghendaki sosok yang diusung partainya benar-benar kader Gerindra sesuai Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto. Arus bawah berharap Jawa Barat tidak dijadikan “laboratorium politik”.

Selain itu Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) DPD Partai Gerindra Jawa Barat sebelumnya jajaran pimpinan DPC se-Jawa Barat memutuskan agar kader menjadi pilihan prioritas sebagai calon kepala daerah di pilkada setempat.

Ketua (Pelaksana Tugas) Pimpinan Daerah (PD) Satuan Relawan Indonesia Raya (Satria) Jawa Barat –organisasi sayap Gerindra– Muhammad Lewi menegaskan pasangan Deddy-Syaikhu hingga kini belum mengantongi rekomendasi resmi Gerindra.

Deddy Mizwar yang kerap disapa Demiz, menurut Lewi, sejauh ini belum menjadi kader Gerindra, yang dibuktikan dengan adanya Kartu Tanda Anggota (KTA). Gerindra mensyaratkan status kader kepada siapapun yang akan diusung partai berlambang garuda ini.

Ditandaskan, menjadi kader Gerindra bagi calon yang resmi diusung Gerindra menjadi bukti komitmen tinggi yang bersangkutan. Bukan semata-mata terhadap partai, termasuk di dalamnya pengurus, anggota, kader, dan simpatisan namun juga perwujudan komitmen perjuangan untuk warga di satu daerah. Dalam hal ini Jawa Barat.

Hal ini jelas sebab visi-misi perjuangan Gerindra sangat jelas demi kemandirian dan kesejahteraan masyarakat, seluruh rakyat.

“Perlu kehati-hatian luar biasa sebelum memutuskan calon resmi,” kata Lewi kepada PemiluUpdate.com di Kota Bandung, Kamis, 24 Agustus 2017. Lewi memimpin rapat pengurus PD Satria Jawa Barat yang secara khusus membahas ramainya pemberitaan tentang pencalonan Demiz-Syaikhu.

Lewi berpendapat seluruh elemen Gerindra seharusnya mengambil pelajaran atas pencalonan soso nonkader murni pada pilkada sebelumnya. Sebagian besar mereka mengecewakan partai. “Saya nggak perlu menyebutkan satu per satu,” tuturnya ketika dimintai contohnya.

Ketua DPD Gerindra Jawa Barat Mulyadi dan istri, Nuraisah Jamil (Istimewa/Dok. PemiluUpdate.com)


Defisit Kader

Muhammad Lewi menjelaskan lebih jauh bahwa Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat Mulyadi diperjuangkan agar masuk arena pemilihan gubernur Jawa Barat tahun depan. Dia kader murni Gerindra. Selain itu, mantan anggota DPR RI ini putra daerah Jawa Barat. Dia juga sosok yang “nyantri, nyakola oge nyunda jeung nyantika“.

“Satria yakin benar dengan kemampuan Ketua DPD memimpin Jawa Barat. Beliau mampu membawa Jawa Barat semakin maju. Khususnya dari sisi ekonomi karena beliau berlatar belakang pengusaha,” papar Lewi lagi, dan menambahkan dukungan ini berdasar aspirasi kader dan masyarakat yang diterima mereka.

Lewi menyatakan harapannya agar Jawa Barat tidak dijadikan ‘laboratorium politik’. DPP Gerindra sepatutnya tidak mengambil keputusan tergesa-gesa. “Siapa yang berani jamin yang bersangkutan menjaga fatsun terhadap partai ini,” ujarnya.

Ketua (Plt.) PD Satria Jawa Barat pun mengingatkan bahwa keputusan keliru tentang usungan calon gubernur dapat memicu “defisit kader” dalam usaha memenangkan pertarungan pilkada.

Sementara provinsi ini adalah daerah yang memiliki jumlah pemilih terbesar se-Indonesia sehingga sangat strategis saat Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden-Wakil Presiden (Pilpres) 2019. ()EWA


[Surel: pemiluupdate@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here