Belum Dianggarkan, Kotak Suara Transparan Belum Dipakai di Jabar 2018

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI memperlihatkan contoh kotak suara transparan (Istimewa/kabarhukum.com)

KOTA BANDUNG, PemiluUpdate.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat belum menggunakan kotak suara transparan pada Pilkada serentak 2018. Kotak suara lama berbahan plat logam dan kardus bekas Pemilu 2004 tetap digunakan pada 16 kota dan kabupaten, serta provinsi yang menggelar pilkada.

Kotak suara transparan akan digunakan pada Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) 2019. Walaupun KPU RI beberapa waktu lalu melakukan simulasi memakai kotak suara transparan berbentuk kontainer plastik di Tangerang, Banten. 

“Undang-Undang Pemilu yang baru memang mensyaratkan pemakaian kotak suara transparan,” ujar Pejabat Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi (PPID) KPU Jawa Barat (Jabar) Teppy Wawan Darmawan kepada PemiluUpdate.com di Kota Bandung, Kamis, 24 Agustus 2017.

Kotak suara transparan, Teppy beralasan, bukan barang yang sederhana. KPU Jawa Barat belum menganggarkan untuk Pilkada 2018.

Dibutuhkan sekitar 118.000 kotak suara untuk seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) di 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat. Sebanyak 75 ribu kotak suara di antaranya untuk pemilihan gubernur-wakil gubernur (pilgub). Berikut 86 ribu kota suara untuk di 16 kota dan kabupaten yang melaksanakan pemilihan bupati-wakil bupati dan wali kota-wakil wali kota.     

“Kotak suara bisa berkurang dan bertambah karena jumlah TPS baru akan ditentukan setelah Daftar Pemilih Tetap (DPT) ditetapkan. Kami selalu menggunakan angka perkiraan. Hasil DPT nantinya dibagi dengan asumsi jumlah pemilih dan geografis,” jelas Teppy.

Mengantisipasi kekurangan kotak suara, menurut Teppy, KPU diizinkan menyediakan anggaran pengadaan kotak suara berbahan kardus yang sifatnya tahan air. Saat ini Divisi Logistik KPU Jawa Barat masih menghitung jumlah kotak suara plat logam yang rusak dan tidak bisa digunakan kembali. 

“Belum terhitung tapi pasti ada penambahan akibat rusak dan sebagainya. Namun yang jelas KPU sudah melakukan antisipasi agar tidak terjadi kekurangan kotak suara,” tandas Teppy, yang juga menjabat sebagai kepala Bagian Hukum dan Teknis, KPU Jawa Barat. ()Herry Febrianto 


[Surel: pemiluupdate@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here