Pilkada Kota Bekasi: Gerindra-PKS di Atas Angin, Golkar Percaya Diri

Ilustrasi: KPU Kota Bekasi melakukan kampanye menggugah kesadaran warga agar memanfaatkan hak pilihnya (Istimewa/bekasimedia.com)

KOTA BEKASI, PemiluUpdate.com – Duet PKS-Partai Gerindra semakin kokoh dalam peta bertarung pilkada se-Jawa Barat tahun depan. Termasuk pada Pilkada Kota Bekasi

Pengamat politik Adi Prayitno melihat konstelasi tersebut. “Secara umum koalisi PKS-Gerindra semakin mengawet. Termasuk di Kota Bekasi,” ungkapnya kepada pers di Kota Bekasi, Senin, 21 Agustus 2017.

Dalam pertarungan memperebutkan kursi wali kota Bekasi, kemungkinan terjadi pengerucutan poros koalisi dari tiga menjadi dua. Hal ini terjadi karena calon kepala daerah asal PDIP memiliki riwayat sebagai narapidana.

Rekam jejak hitam itu sangat berpengaruh sehingga pertarungan menyisakan dua poros saja yakni koalisi Gerindra-PKS dan pasangan calon petahana.

“Posisi koalisi Gerindra-PKS saat ini di Kota Bekasi bagus sekali karena lawannya incumbent. Sementara incumbent tengah disorot karena semrawutannya penataan kota ini,” ujar Adi.

Lebih lanjut akademisi UIN Syarif Hidayatullah-Jakarta tersebut menuturkan bahwa tatakelola Kota Bekasi buruk. Wajar bila pada 2015 mendapat predikat “kota terkotor”. Ruang terbuka hijau hingga saat ini belum dapat diwujudkan.

Selain itu laju pertumbuhan dan pemerataan kue ekonomi di Kota Bekasi masih rendah. Indikatornya, antara lain, tingginya jumlah warga miskin dan rentan miskin. Pada 2016 mencapai sekitar 357.000 orang.

“Ke depannya, Bekasi harus dipimpin oleh pemimpin yang punya kemampuan manajerial yang bagus. Sebaiknya ia punya background ekonomi. Terlebih bila dikaitkan dengan posisi Kota Bekasi yang dekat ibu kota Jakarta. Harus bagus koordinasi dengan kedua kota,” Adi menyatakan penjelasan detail.

Koalisi Gerindra-PKS, dalam pandangan Adi, menawarkan tokoh yang sesuai dengan harapan warga. Tokoh nasional yang dikabarkan akan turun gunung ke pesta demokrasi Kota Bekasi yaitu Mardani Ali Sera, Adang Darajatun, dan pengusaha muda Anggawira.

Menurut Adi, ketiga figur dimaksud kaya pengalaman. Mardani maupun Adang memiliki pengalaman politik yang mumpuni sebagai kader PKS. Sedangkan usungan Gerindra yakni Anggawira tercatat sebagai salah seorang ketua BPP HIPMI.


Golkar Percaya Diri

Kubu Partai Gokar sendiri percaya diri atas jagoannya. Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Bekasi Heri Budi Susetyo beberapa waktu lalu mengungkapkan bahwa pihaknya akan mengusung Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi Rahmat Effendi sebagai calon wali kota setempat.

“Tentu kami sangat berbangga Pak Rahmat Effendi banyak dilirik Parpol lainnya,” ungkap Heru Suko, sapaan akrabnya.

Rahmat, kata Heri lagi, sejauh ini tidak memiliki rekam jejak buruk. Dia berpengalaman di dunia politik dan pemerintahan. Rahmat menjabat walim kota Bekasi sejak 3 Mei 2013 menggantikan Mochtar Muhammad yang tersandung kasus korupsi. Ia lalu terpilih kembali pada pilkada dan menjadi wali kota periode 2013-2018.

“Itu menandakan sosok ini punya kapasitas dalam memimpin. Masyarakat dianggap sudah bisa merasakan manfaat hasil kepemimpinan Rahmat Effendi,” ujar Heri. ()AAM


[Surel: pemiluupdate@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here