Gelar Rapat Tertutup, Lima Ketua DPD Tolak Calon Gubernur Dikte Parpol

Wakil Ketua DPD Partai Hanura Jawa Barat Budi Hermansyah (ke-1 kiri), Ketua DPD PAN Jawa Barat Hasbullah Rahmad (ke-2 kiri), Ketua DPW PPP Jawa Barat Ade Munawaroh Yasin (ke-3 kiri), Ketua DPD Partai Demokrat Iwan Ridwan Sulandjana (ke-4 kiri), dan Ketua DPD Partai Gerindra Mulyadi (ke-5 kiri) berpose di hadapan wartawan foto usai menggelar pertemuan tertutup di salah satu hotel di Kota Bandung, Senin, 21 Agustus 2017 (Herry Febrianto/PemiluUpdate.com)

KOTA BANDUNG, PemiluUpdate.com – Petinggi lima partai politik (parpol) di Jawa Barat menggelar pertemuan tertutup di Hotel Horison, Kota Bandung, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Senin malam, 21 Agustus 2017. 

Elit parpol yang hadir yakni Ketua DPW PPP Jawa Barat Ade Munawaroh Yasin, Ketua DPW PAN Jawa Barat Hasbullah Rahmad, Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat Iwan Sulandjana, Ketua DPD Partai Gerindra Mulyadi, Wakil Ketua DPD Hanura Jawa Barat Budi Hermansyah, dan Hendra dari DPD PKB Jawa Barat.

Dalam pertemuan, wacana membuat poros baru di Pilkada Jawa Barat (Jabar) 2018 menguat. Jika terlaksana, poros ini menjadi solusi atas kegalauan politik. Penggodokan pasangan calon gubernur-wakil gubernur di Bumi Parahyangan hingga kini masih cair. Meskipun koalisi PDIP-Golkar dan Gerindra-PKS semakin menguat. 

“Pertemuan ini sebagai bentuk sikap kami terhadap kondisi politik di Jabar yang sampai sekarang masih cair. Walaupun sudah kita dengar ada koalisi PDIP-Golkar, kami belum mengetahui jelas karena tidak diajak bicara. Begitu juga dengan koalisi Gerindra-PKS,” papar Ade Munawaroh saat menggelar jumpa pers usai rapat.

Kelima parpol, urai Ade, sepakat menyamakan persepsi untuk Jabar lebih baik namun belum menentukan calon. Kelima parpol ingin berkontribusi mencetak pemimpin, dan tidak mau didikte oleh calon pemimpin. Walaupun elektabilitas dan popularitas beberapa calon yang muncul cukup diperhitungkan.

“Mudah-mudahan parpol yang hadir bisa ke arah koalisi. Nanti akan dibahas pada pertemuan berikutnya, termausk kemungkinan membuat draf kesepakatan,” Ade menambahkan. 


Jaga Marwah Parpol

PPP sendiri ungkap Ade, sudah sejak awal menjalin komunikasi intens dengan PAN dan Demokrat. Sedangkan dengan Hanura, PKB, serta Gerindra belum ada pembicaraan secara formal.

“Kita lihat perkembangan selanjutnya, apakah ada pernyataan secara tertulis. Khususnya dengan Gerindra karena Pak Mulyadi masih butuh waktu untuk menentukan arah koalisi ke depannya,” ungkapnya. 

Tidak hadirnya wakil Nasdem dalam pertemuan, menurut Ade, karena partai besutan Surya Paloh ini sudah lebih awal mendeklarasikan calonnya yakni Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. 

“Jadi saya pikir (Nasdem) tidak masuk dalam agenda. Kami nanti berembuk siapa yang akan diajukan sebagai calon, bisa dari dalam partai atau luar yaitu tokoh-tokoh yang populer dari hasil survei. Jadi ada waktunya kita akan memunculkan nama-nama kandidat di pilgub (pemilihan gubernur),” Ade menjelaskan.

Mengenai semangat pertemuan, Ketua DPD Partai Demokrat Iwan Ridwan Sulandjana menegaskan kelima parpol sepakat menjaga marwah atau harga diri partai. Hal ini senada dengan penegasan Ade yang menyatakan mereka tak ingin didikte oleh calon gubernur-wakil gubernur yang sudah mengemuka.

Suasana penuh akrab terlihat usai pertemuan tertutup elit DPD lima partai politik di Jawa Barat (Herry Febrianto/PemiluUpdate.com)


Pilkada Kondusif

Sementara itu Ketua DPD Partai Gerindra Mulyadi menegaskan jika kehadiran dirinya dalam pertemuan tersebut sebagai bagian masyarakat Jawa Barat, yang diberi amanah memimpin parpol. Konteksnya, bagi sosok pengusaha itu, bagaimana pilkada serentak di Jawa Barat berjalan kondusif.

“Kami tidak ingin suhu politik yang demikian tinggi pada Pilkada Jakarta lalu menular ke Jabar. Jangan sampai berdampak ke sini,” katanya.

Mulyadi mengingatkan, agar mindset semua elemen masyarakat dan elit politik tidak fokus di pemilihan gubernur Jabar saja. Ada pilkada di 16 kota dan kabupaten di provinsi ini.

“Gerindra di beberapa daerah di Jabar ada juga yang tidak koalisi dengan PKS. Kalau kemarin saya berbalas pantun dengan PKS, karena saya sebagai ketua harus menjaga marwah partai. Kami ingin mencari formulasi yang terbaik dan mendengar masukan serta sikap parpol lain,” urai Mulyadi.

Hal serupa juga diutarakan Ketua DPW PAN Hasbullah Rahmad yang menginginkan Pilkada Jawa Barat tidak gaduh. ()Herry Febrianto


[Surel: pemiluupdate@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here