Andri Terima KTA Demokrat, PKS Tinggalkan Gerindra di Kota Sukabumi?

Mantan Ketua DPD Golkar Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami (ke-2 kiri) menerima Kartu Tanda Anggota (KTA) sebagai kader Partai Demokrat pada Senin, 21 Agustus 2017 (Istimewa/Dok. PemiluUpdate.com)

KOTA SUKABUMI, PemiluUpdate.com – Mantan Ketua DPD Golkar Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami resmi menjadi Kader Partai Demokrat.

Keputusan adik kandung Bupati Sukabumi Marwan Hamami, yang ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi, “pindah perahu” demi mendapat tiket maju di Pilkada Kota Sukabumi 2018.

Ketua DPC Partai Demokrat sekaligus Wali Kota Sukabumi Mohamad Muraz menyerahkan langsung Kartu Tanda Anggota (KTA) ke Andri. Kartu tanda kader partai politik (parpol) ini diberikan di rumah dinas Wali Kota Sukabumi di Jalan Siliwangi, Kota Sukabumi, Senin siang, 21 Agustus 2017.

Sekretaris DPC Partai Demokrat Henry Slamet serta Ketua Bidang Publik dan Humas DPC Demokrat Aldo Andreas Darmawan menyaksikan momentum penting bagi Andri tersebut.

“Benar Pak Andri resmi menjadi kader Demokrat. Partai mensyaratkan harus menjadi kader jika ingin menjadi calon wali kota dan wakil wali kota Sukabumi,” Henry menjelaskan kepada PemiluUpdate.com melalui telepon.

Resminya Andri menjadi kader Demokrat hasil manuvernya selama setengah tahun terakhir. Dia terakhir mengikuti pertemuan tertutup di rumah dinas Wali Kota Sukabumi bersama Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat Iwan Ridwan Sulandjana.

“Karena Pak Andri sudah menjadi kader berarti dua kandidat yang akan diusung di Pilkada nanti. Salah satunya Pak Muraz (Wali Kota Sukabumi),” Henry menambahkan.

Ditanya siapa di antara keduanya yang bakal resmi diusung, Henry mengaku belum tahu. Dia cuma menyatakan segera menyampaikan kepada pers segera bila surat keputusan rekomendasi dari DPP Partrai Demokrat sudah turun.


Pasangan FAHAM

Pasca Andri Setiawan Hamami menjadi kader Demokrat, pasangan calon Fahmi-Andri (FAHAM) yang selama ini hangat dibicarakan tinggal selangkah terwujud. Nama yang disebutkan pertama adalah Wakil Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi. Dia diusung PKS.

Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat Iwan Ridwan Sulandjana menguatkan kalkulasi tersebut. “Pak Walikota (Mohamad Muraz) memang tidak jadi maju, dan sudah memberikan istilahnya jagoan beliau kepada Andri. DPD oke-oke saja, yang penting PKS juga setuju,” ungkap Iwan kepada PemiluUpdate.com di Kota Bandung, Senin malam, 21 Agustus 2017. 

Muraz, jelas Iwan, menyampaikan langsung Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bahwa dirinya tidak mau kembali dicalonkan pada Pilkada Kota Sukabumi. 

“Beliau lebih cenderung maju menjadi Anggota DPR RI di Pileg (pemilihan legislatif) 2019. Berbekal suara yang dimiliki, beliau ingin mengisi kekosongan wakil rakyat dari daerah pemilihan Sukabumi untuk duduk di Senayan,” papar Iwan lagi.

Ketua DPD Partai Gerindra Iwan Ridwan Sulandjana dan Ketua DPD Partai Gerindra Mulyadi pada satu pertemuan di Kota Bandung, Senin, 21 Agustus 2017 (Herry Febrianto/PemiluUpdate.com)


Koalisi Demokrat-PKS

Partai Demokrat dan PKS sudah sepakat untuk berkoalisi di Pilkada Kota Sukabumi 2018. Henry tidak menyangkal jika beberapa waktu lalu digelar pertemuan antara petinggi kedua partai tersebut, yang berujung pada penandatanganan nota kesepakatan. 

“Komunikasi masih terus berlangsung dengan semua parpol, khususnya PKS,” Henry diplomatis.


Di mana Gerindra?

Lalu, apakah paket Gerindra-PKS yang menguat di pilkada kabupaten/kota dan provinsi tidak berlaku terjadi di Kota Sukabumi? Apakah benar kader Gerindra tidak dipasang pada formasi pasangan calon wali kota Sukabumi?

Sementara kekuatan pendukung partai ini, yang tercermin pada jumlah kursi di DPRD Kota Sukabumi, cukup seimbang. Gerindra memiliki empat kursi, sama dengan Demokrat. Sedangkan PKS mempunyai tiga kursi. Di mana “jatah” Gerindra? ()Herry Febrianto


[Surel: pemiluupdate@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here