79 Calon Kepala Daerah se-Jawa Barat Jalani ‘Fit and Proper’ di Gerindra

Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilihan Kepala Daerah (Bappda) DPD Partai Gerindra Jawa Barat Ali Rasyid, yang juga wakil Sekretaris DPD Partai Gerindra Jawa Barat (Ridwan Ewako/PemiluUpdate.com)

KOTA BANDUNG, PemiluUpdate.com – DPD Partai Gerindra Jawa Barat menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap pendaftar calon kepala daerah pada pilkada se-Jawa Barat.

Calon bupati, wakil bupati, wali kota, dan wakil wali kota pada Pilkada Jawa Barat 2018 satu demi satu menghadapi tim penguji di Kantor DPD Partai Gerindra di Jalan PHH Mustofa No. 56 Kota Bandung.

Pada hari pertama, Senin, 21 Agustus 2017, 20 pendaftar mengikuti fit and proper test. Penguji berasal dari internal Gerindra dan beberapa dari kalangan kampus di Kota Bandung. Salah satu proses penting penjaringan calon kepala daerah ini berlangsung selama empat hari, hingga 24 Agustus 2017.

Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilihan Kepala Daerah (Bappda) DPD Partai Gerindra Jawa Barat Ali Rasyid menjelaskan “beauty contest” dimaksud dilaksanakan pihaknya untuk memastikan rekam jejak para pendaftar. Termasuk di dalamnya visi dan intelektualitas, ketokohan, serta jaringan yang dimilikinya.

“Rekrutmen terbuka dalam rangka mencari putra-putri terbaik bangsa. Gerindra berharap melalui salah satu tahap ini, provinsi Jawa Barat dan kabupaten/kota yang menyelenggarakan pilkada, nantinya memperoleh pemimpin yang sesuai harapan rakyat,” Ali menjawab PemiluUpdate.com di Kantor DPD Partai Gerindra Jawa Barat, Senin, 21 Agustus 2017.

Ditegaskan pula bahwa Gerindra Jawa Barat, sesuai kebijakan DPP, tetap mengedepankan kader partai sebagai calon resmi. Sepanjang kader Gerindra terbukti berkualitas dan memenuhi beberapa syarat lainnya maka yang bersangkutan mendapat prioritas menjadi calon jadi.

Fit and proper test salah satu instrumen saja. Tentu akan ada instrumen-instrumen lain, antara lain DPD akan melakukan survei internal untuk melihat elektabilitas sang kandidat kepala daerah,” ungkap Ali, yang juga Wakil Sekretaris DPD Partai Gerindra Jawa Barat.

Mengenai rekomendasi terhadap pendaftar terpilih sebagai calon resmi kepala daerah yang diusung, Ali menyatakan akan dikeluarkan secepatnya. DPD hanya mengeluarkan hasil seluruh tahap lalu diserahkan ke DPP. Hasil akhir sepenuhnya ditentukan oleh DPP Partai Gerindra.

“DPD membuat skor hasil beauty contest. Selanjutnya bersama hasil survei dan lain-lain diserahkan ke DPP,” tukas Aly.

Advokat Bambang Sunaryo usai mengikuti fit and proper test sebagai calon wali kota Bekasi pada Pilkada 2018 (Ridwan Ewako/PemiluUpdate.com)


Sambut Metode Terbuka

Pada hari pertama fit and proper test, sebanyak 10 di antara 79 pendaftar di Gerindra menghadiri tim penguji. Mereka adalah calon kepala daerah di Pilkada Kota Bandung, Kota Banjar, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bogor.

Bambang Sunaryo, advokat yang mendaftar untuk posisi calon wali kota Bekasi, menyambut baik metode beauty contest yang digelar Gerindra. Perekrutan terbuka oleh partai politik (parpol) adalah tradisi baru yang baik bagi perkembangan demokrasi.

“Bukan pengurus, tetapi saya kader Gerindra. Saya menyambut baik cara partai ini menjaring calon pemimpin di daerah,” ujar Bambang kepada PemiluUpdate.com usai keluar dari ruang fit and proper test.

Dia mengaku tidak ada masalah berarti atas pertanyaan yang digali tim penguji. Semua dapat dijawabnya secara gamblang.

Mengenai visi dan program yang diusungnya bila terpilih menjadi wali kota Bekasi, Bambang menjelaskan prioritas programnya adalah pemberantasan korupsi. Menurutnya, virus korupsi masih menggurita di lingkungan birokrasi Kota Bekasi.

“Pembangunan tidak akan berjalan baik bila korupsi masih merajalela. Kasihan masyarakat. Sementara kemiskinan masih menjadi persoalan di Kota Bekasi. Lihat saja masih banyak tukang becak di kota ini,” tutur Bambang. ()EWA


[Surel: pemiluupdate@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here