Koalisi Gerindra, PKS, Demokrat, dan PKB di Kota Sukabumi: Calonnya?

Ilustrasi: Pilkada Kota Sukabumi 2018 (Istimewa/pikiran-rakyat.com)

KOTA SUKABUMI, PemiluUpdate.com – Suhu politik jelang Pilkada Kota Sukabumi 2018, semakin hangat dan dinamis. Kabar Partai Gerindra, PKS, Demokrat, dan PKB akan berkoalisi kian santer. Disebut-sebut komunikasi yang dilakukan petinggi antarpartai tersebut sudah mencapai 90 persen.

Soal calon calon wali kota yang diusung, Gerindra yang dipastikan berkoalisi dengan PKS, mendekati tahap akhir proses penggogokannya. Tahap fit and proper test terhadap tiga calon yakni Dedi R. Wijaya dan Andri Setiawan Hamami sedang berlangsung. 

Sedangkan partai sekutunya, PKS, lebih awal mendeklarasikan usungan kepada Wakil Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi sebagai kandidat utama calon wali kota pada pilkada tahun depan.

Sisi lain, komunikasi Partai Demokrat dengan Andri Setiawan Hamami semakin intens. Adik kandung Bupati Sukabumi Marwan Hamami ini akan menjadi kader berlambang mercys. Meskipun hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari jajaran partai yang dibesut Presiden RI Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono tersebut.  

Wacana PKB akan bergabung koalisi tiga partai besar tersebut, cukup mengagetkan. Sebelumnya, informasi partai yang dinakhodai Muhaimin Iskandar itu akan menjalin koalisi dengan PDIP dan Partai Golkar berembus. 

Ketua DPD PKS Kota Sukabumi Asep Tajul Muttaqin saat dikonfirmasi PemiluUpdate.com tidak membantah kabar rencana koalisi dengan Gerindra, Demokrat, dan PKB. 

“Insya Allah seperti itu rencananya. Masih kita godok dengan pihak terkait,” ujar Asep, Minggu, 20 Agustus 2017.

Menurut Asep, pihaknya tinggal melakukan komunikasi dengan PKB. Pasalnya, tiga partai yakni PKS, Gerindra, dan Demokrat sudah melakukan kesepahaman. 


Gerindra-Demokrat Belum Intens

Secara terpisah ditemui di kediamannya, Ketua DPC Partai Gerindra Kamal Suherman mengungkapkan jika komunikasi dengan Demokrat sudah dilakukan. Namun belum intens. Koalisi dengan PKS sudah jelas. 

“Langkah selanjutnya dengan PKS belum ditempuh. Meski partai lain banyak yang ingin dengan Gerindra tapi belum saya komunikasikan lebih lanjut,” katanya. 

Saat ini, jelas Kamal, pihaknya ingin berembuk dulu dengan jajaran internal Gerindra dan PKS agar langkah ke depannya bisa berjalan terus.

“Kami menunggu konsekuensi dari PKS sendiri karena Gerindra sesuai saran dari DPP dan DPD, setiap rapat diutamakan dengan PKS,” Kamal menambahkan.

Kamal menanggapi wajar jika PKS dan Demokrat terus intens melakukan komunikasi dan lobi politik. Saat ini pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Sukabumi yakni Mohammad Muraz-Achmad Fahmi masih kokoh.

“PKS dan Demokrat sekarang masih ada ikatan batin, jadi dimaklumi. Apalagi bisa saja Pak Muraz secara pribadi dengan Fahmi mungkin saja terus berkomunikasi,” katanya.

Kamal juga menegaskan jika Gerindra tetap mengincar kursi calon wakil wali kota Sukabumi. PKS sendiri mengusung petahana Achmad Fahmi sebagai calon wali kota. 

“Intinya siapapun kandidat yang diusung Gerindra syaratnya harus menjadi kader, sesuai aturan pusat,” tegas Kamal, menyebutkan syarat. 

Menurut Kamal, saat ini Gerindra dan PKS tidak ingin memunculkan diri dulu karena yang terpenting sekarang solid dulu merapatkan barisan. 

“Kami tidak mau gegabah namun yang jelas kandidatnya sudah ada dan dikenal masyarakat. Kalau PKS sudah mengusung Fahmi, Gerindra meski sudah muncul dan dikenal masyarakat masih menjadi tanda tanya,” ungkapnya. 


Pilih Jadi Kader Demokrat

Pernyataan cukup mengagetkan justru keluar dari mulut Andri Setiawan Hamami yang mengaku akan memilih menjadi kader Demokrat, meski nantinya akan diusung oleh Gerindra menjadi calon wakil wali kota Sukabumi. 

Saat ini Andri bersama kandidat lain yakni Dedi R. Wijaya dan Kamal Suherman masih dalam proses penjaringan Gerindra. Mereka akan mengikuti tahap akhir berupa fit and proper test di Bandung. Jadwalnya 21-24 Agustus 2017. 

Nggak apa-apa kalau saya diusung Gerindra. Tidak setiap yang ikut verifikasi harus otomatis menjadi kader. Yang diutamakan tetap harus kader Gerindra,” katanya kepada PemiluUpdate.com melalui sambungan telepon. 

Dirinya mengungkapkan jika paket pasangan Fahmi-Andri (FAHAM) sudah 90 persen kemungkinan akan diusung empat partai yakni Demokrat, PKS, Gerindra, dan PKB.  

“Koalisi empat partai ini di pilkada kota dan kabupaten serta provinsi hanya perantara saja. Target utama mereka di Pilpres (Pemilu Presiden) 2019,” ungkapnya. ()Herry Febrianto


[Surel: pemiluupdate@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here