Tiga Jenderal Aktif Kepincut Kursi Empuk Gubernur

Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Paulus Waterpauw, dan Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol. Safaruddin (Istimewa/Dok. PemiluUpdate.com)

JAKARTA, PemiluUpdate.com – Pilkada serentak 2018 tak hanya menarik kalangan politikus, birokrat, pebisnis, dan profesional. Jenderal aktif pun tak tahan untuk tidak turun gunung memanfaatkan hak dicalonkan, yang memang dimiliki seluruh warga negara.

Tercatat setidaknya tiga jenderal aktif yang telah resmi mendaftar ke partai politik (parpol). Satu dari unsur TNI dan dua orang dari Polri. Ketiganya mengincar kursi empuk gubernur.

Mereka adalah Panglima Komando Strategis (Pangkostrad) Letjen TNI Edy Rahmayadi, Kepala Polda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol. Paulus Waterpauw, dan Kepala Polda Kalimantan Timur (Kaltim) Irjen Pol. Safaruddin.

Edy mendaftar sebagai calon Gubernur Sumatera Utara melalui Partai Hanura, PDIP, dan Nasdem. Khusus saat mendaftar di DPD Partai Hanura Sumatera Utara, Ketua Umum PSSI langsung berpasangan yakni dengan Musa Rajeckshah selaku calon wakil gubernur.

Musa, pengusaha muda di Medan yang akrab disapa Ijeck, sepupu artis Raline Shah. Edy dan Ijeck mendaftar bersama ke kantor DPD Partai Hanura Sumatera Utara di Jalan Kapten Muslim, Kompleks Ruko Griya, Medan, pada 28 Juli 2017.

Pada 14 Agustus lalu, kuasa Edy Rahmayadi, Ruslim Sembiring, bersama tim besarnya mendatangi kantor DPD PDIP Sumatera Utara di Jalan Jamin Ginting, Medan, guna menyerahkan formulir pendaftaran.

Sebelumnya, Edy juga mengembalikan formulir pendaftaran ke DPW Partai Nasdem Sumatera Utara di Jalan Wolter Monginsidi, Kota Medan, pada 17 Agustus 2017. Ruslim Sembiring, kuasanya, yang mewakili.

“Doain saja,” tutur Edy saat pers mencoba mengorek pendapatnya seputar latar belakangnya terjun ke arena pilkada.


Jenderal Polisi

Kepala Polda Sumatera Utara Irjen Pol. Paulus Waterpauw memilih Pilkada Papua 2018. Mantan Kepala Polda Papua ini mendaftarkan diri sebagai calon gubenur Papua melalui DPD Partai Golkar Papua pada 12 Juni lalu.

Paulus memang putra Papua yang lama bertugas di provinsi kaya sumber daya alam ini. Dia pun sempat menjabat sebagai Wakil Kepala Polda Papua.

Seperti halnya Edy, Paulus mengatakan dirinya akan mundur dari kepolisian jika nantinya ditetapkan resmi sebagai kontestan Pilkada Papua yang pencoblosannya pada 2018.

“Belum dapat restu dari pimpinan. Yang penting semua mekanisme akan dijalani pada waktunya,” kata Paulus.

Selain mendaftar melalui Golkar, Paulus juga menjajaki PDIP, Gerindra, dan PKS.

Jenderal terakhir adalah Kepala Polda Kalimantan Timur Irjen Pol. Safaruddin. Ia telah mendaftar ikut penjaringan calon gubernur melalui PDIP. Dia mengaku siap mundur dari Kepolisian jika resmi diusung sebagai calon gubernur.

“Saya mendaftar di DPP PDIP di Jakarta. Sudah menjalani fit and proper test. Kita tunggu rekomendasinya PDIP, diterima atau tidak,” kata Safaruddin di Samarinda, Jumat, 18 Agustus 2017.

Kepada pers Safaruddin mengaku tidak ada yang mendorongnya untuk maju memperebutkan kursi gubernur Kalimantan Timur. Langkahnya ini murni keinginan pribadi. Dia telah dua tahun bertugas di provinsi ini.

“Kalau dulunya di bidang keamanan, nanti di bidang kesejahteraan masyarakat,” tuturnya menjawab jurnalis tentang motivasinya mengikuti tahapan pilkada.

Jenderal kelahiran Sengkang, Sulawesi Selatan, ini pun mengatakan siap mengundurkan diri sebagai kepolisian setelah resmi diusung parpol. ()MSM/JPT/KDS


[Surel: pemiluupdate@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here