Salaman SBY-Mega bukan Sinyal Demokrat-PDIP Koalisi Pemilu 2019

Presiden RI Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden RI Ke-5 Megawati Soekarnoputri (Istimewa/pekanlife.com & detik.com)

JAKARTA, PemiluUpdate.com – Pertemuan yang disertai salaman antara Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Megawati Soekarnoputri di Istana Merdeka, Jakarta, sama sekali bukan isyarat Partai Demokrat dan PDIP bakal berkoalisi pada Pemilu 2019.

SBY adalah Presiden RI Ke-6 dan kini masih menjabat Ketua Umum DPP Partai Demokrat. Sedangkan Megawati adalah Presiden RI Ke-5 dan, sama dengan SBY, juga memimpin partai politik (parpol): PDIP.

Hubungan kedua sosok pemimpin bangsa ini renggang. Sebelum bersua pada momentum peringatan HUT RI ke-72, mereka terakhir bertemu sekitar lima tahun lalu.

Walau demikiran, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristianto menandaskan salaman SBY-Mega tidak berisi pesan Demokrat bakal bergandengan tangan dengan partainya.

“Tentu saja ini tidak bisa dimaknakan dalam perspektif politik untuk Pemilu 2019. Ini semua semangat merah putih untuk bergandeng tangan sebagai pemimpin bangsa,” ujar Hasto di Kantor DPP PDI-P, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis, 17 Agustus 2017.

Hasto menambahkan pertemuan tersebut harus dimaknai sebagai adanya persatuan seluruh elemen bangsa. Keduanya bukan cuma sebagai tokoh yang pernah memimpin Indonesia namun pun selaku ketua umum partai politik sekarang.

“Melalui detik-detik proklamasi, seluruh pemimpin bangsa sudah selayaknya bersama-sama bergandengan tangan untuk Indonesia Raya,” Hasto menjelaskan.

Megawati tidak pernah menghadiri upacara bendera dalam rangka peringatan HUT RI di Istana Merdeka semenjak SBY menjabat Presiden RI. Begitu pula kegiatan lain. Sementara presiden dan wakil presiden terdahulu rutin mengikuti peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Merdeka setiap tahun.

Berbeda ketika Joko Widodo (Jokowi) menjabat Presiden RI. Megawati setiap tahun menghadiri upacara pengerekan Sangsaka Merah Putih tepat pada 17 Agustus, tanggal kemerdekaan RI. Giliran SBY kali ini, selama dua tahun pertama masa jabatan Jokowi yang diusung PDIP pada Pemilu 2014, tak muncul di Istana Merdeka.

Hari ini, kedua tokoh nasional dipertemukan oleh momentum sangat bersejarah.

Kali terakhir pertemuan keduanya terjadi dalam suasana duka, tepatnya ketika suami Megawati, Taufiq Kiemas, berpulang pada 2013. SBY saat itu memimpin upacara penghormatan terakhir kepada Ketua MPR itu.

Sejak pertemuan SBY-Mega dalam suasana itu, keduanya tak pernah hadir di acara yang sama –terlebih bersalaman.

Walaupun Sekjen Hasto menyatakan salaman SBY-Mega terakhir ini bukan isyarat koalisi pada Pemilu 2019, boleh jadi (mungkin) tanda-tanda Demokrat-PDIP akan bekerja sama soal lain. Pilkada serentak 2018, misalnya? ()LMC


[Surel: pemiluupdate@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here