Elektabilitas Calon Gubernur Jateng: Ganjar Teratas, Ferry Juliantono Kedua

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kader PDIP) dan Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Ferry Juliantono. Keduanya bersaing ketat (Istimewa/youtube.com & detik.com)

JAKARTA, PemiluUpdate.com – Indonesia Development Monitoring (IDM) melaksanakan survei di Jawa Tengah (Jateng) saat partai politik sibuk menjaring calon gubernur periode 2018-2023 provinsi ini. Beberapa variabel fakta diperoleh.

Nama calon gubernur yang terjaring dalam jajak pendapat warga Jawa Tengah yakni Sudirman Said (mantan Menteri ESDM), Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah), Musthofa (Bupati Kudus).

Selain itu terdapat nama politisi Partai Gerindra Ferry Juliantono, mantan Bupati Batang Yoyok Ryo Sudibyo, dan elit Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan Jafar. 

“Survei berupa jajak pendapat masyarakat Jawa Tengah ini terkait pengaruh ekonomi dan sosial masyarakat selama kepemimpinan Ganjar Pranowo. Survei ini juga memotret tingkat popularitas, akseptabilitas, kapabilitas, dan elektabilitas tokoh tersebut,” kata Direktur Eksekutif IDM Fahmi Hafel melalui rilis yang diterima PemiluUpdate.com, Rabu, 16 Agustus 2017.

Fahmi memaparkan figur yang memiliki elektabilitas tertinggi jika pilkada digelar sekarang yakni Ganjar Pranowo. Masyarakat yang memilih politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menjadi gubernur Jateng sebesar 21,3 persen. “Ganjar menjadi yang tertinggi,” ungkapnya.

Di posisi kedua yaitu Ferry Juliantono, wakil ketua umum DPP Partai Gerindra. Tingkat elektabilitasnya 19,7 persen.

Menyusul di bawahnya Musthofa (19,6 persen), Marwan Jafar (8,3 persen), Yoyok Ryo Sudibyo (7,2 persen), dan Sudirman Said (4,3 persen).

“Kesimpulan dari gambaran survei ini sangat jelas prediksi akan terjadi tiga pasang calon yang akan berlaga di Pilkada Jawa Tengah,” ujar Fahmi lagi.

Tentang popularitas para tokoh, lagi-lagi Ganjar Pranowo menduduki peringkat teratas. Gubernur Jawa Tengah ini memiliki tingkat popularitas yang jauh dibanding figur lain, yakni 80,1 persen.


Ekonomi Turun Drastis

Mengenai kondisi ekonomi Jawa Tengah selama Ganjar Pranowo, survei IDM menyimpulkan bahwa 23,7 persen warga berpandangan ada kenaikan pendapatan. Warga lainnya, 49,7 persen menyatakan performa ekonomi mereka stagnan. Sisanya 26,6 persen berpendapat ekonomi keluarga dan pendapatan mereka menurun drastis.

“Hal ini diakibatkan mahalnya harga harga barang sembako (sembilan bahan pokok) dan biaya transportasi. Juga minimnya lapangan kerja yang membuat ekonomi warga turun drastis,” papar Direktur Eksekutif IDM.


Pilkada Kurang Sosialisasi

Survei juga mencatat tingkat persentase warga Jawa Tengah yang mengetahui dan tidak mengetahui adanya ajang Pilkada Jawa Tengah 2018.

“Sebanyak 63,7 persen masyarakat Jawa Tengah mengetahui akan adanya pemilihan gubernur. Sementara 36,3 persen lainnya tidak mengetahui. Yang terakhir ini merupakan dampak kurangnya sosialisasi KPU Jawa Tengah atas rencana pemilihan gubernur di wilayahnya,” ungkap Helmi.


Waktu Survei

Survei dilakukan pada 2-9 Agustus 2017 dengan metode multistage random sampling. Margin of error-nya 2,3 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Survei  melibatkan 1.668 responden yang dipilih secara acak dan tersebar di 34 kabupaten/kota se-Jawa Tengah. ()Madi Cakra


[Surel: pemiluupdate@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here