Ajang 2018 di Jawa Barat itu, Akankah Berwujud ‘Pilkada Gembira’?

Kegiatan sosialisasi pilkada yang digelar KPU Jawa Barat di kawasan Car Free Day Dago, Kota Bandung (Istimewa/Dok. PemiluUpdate.com)

KOTA BANDUNG, PemiluUpdate.com – Indikator sukses pemilihan umum atau pemilu tidak hanya soal rampungnya semua proses tahapan. Tingkat partisipasi masyarakat menggunakan hak pilihnya juga pertanda keberhasilan atau kegagalan pesta demokrasi. 

Bagaimana strategi agar angka partisipasi pemilih tinggi, sesuai target penyelenggara dan pemerintah.

Penyebaran informasi seputar pemilu ke seluruh kalangan masyarakat tentu menjadi salah satu syaratnya. Jika sosialisasi berjalan baik, pemilih yang tinggal di pelosok kampung tetap akan berbondong-bondong ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada harinya.

Jawa Barat salah satu provinsi yang menggelar Pilkada serentak 2018. Provinsi ini baramoter penting sukses tidaknya agenda politik lima tahunan. Terdapat 16 kota dan kabupaten yang melaksanakan pemilihan gubernur-wakil gubernur, bupati-wakil bupati, dan wali kota-wakil wali kota. Juga ada pemilihan gubernur-wakil gubernur.

Selaku penyelenggara Pemilu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat mempersiapkan beberapa strategi sosialisasi. Programnya bersifat langsung maupun tidak langsung.

Komisioner Divisi Sumber Daya Manusia dan Sosialisasi KPU Jawa Barat Nina Yuningsih menjelaskan serangkaian ragam sosialisasi yang digelarnya tidak seperti tahun-tahun lalu.

Sosialisasi langsung berupa kegiatan yang dikemas beragam. Isinya mengedepankan unsur pendidikan pemilih.

Nina menyatakan tidak seperti acara biasa, warga diundang lalu diceramahi ceramah, kemudian pulang. Acaranya tidak dikemas menarik. Padahal yang seharusnya perlu ada kreativitas merancang acara sehingga pesan benar-benar membekas di kepala pemilih.

“Kegiatannya kita kemas menghibur sesuai tagline ‘Pilkada Serentak Pilkada Gembira’. KPU menginginkan sebuah gerakan masyarakat berdemokrasi, mandiri, dan adil,” ungkap Nina dalam wawancara khusus dengan PemiluUpdate.com, Rabu, 16 Agustus 2017. 

Semua calon pemilih, lanjut Nina, harus menyambut momentum pilkada dengan hati gembira. Jangan ada lagi saling menghujat dan saling serang. Semua pihak dan elemen masyarakat aktif menjaga keamanan pesta rakyat.

Ditambahkan, semua elemen masyarakat harus menjadi sasaran sosialisasi KPU. Karena luasnya cakupan, KPU Jawa Barat menjalin kerja sama dengan 35 perguruan tinggi. Komisi juga menggandeng berbagai komunitas, serta organisasai masyarakat dan kepemudaan. Tak ketinggalan media massa. 

“Semua akan kita sasar. Kegiatan sosialisasi dilakukan dalam bentuk menarik sesuai dengan standar operasional prosedur yang kita buat,” papar Nina. 

Sebagai tahap awal, menurut Nina, KPU mulai melakukan sosialisasi melalui situs web resmi. Pada setiap kesempatan menghadiri suatu kegiatan, personal KPU selalu memberikan pengumuman terkait penyelenggaran pilkada serentak.

Nina Yuningsih, komisioner KPU Jawa Barat, yang membidangi Divisi Sumber Daya Manusia dan Sosialisasi (Herry Febrianto/PemiluUpdate.com)


Peran Media Massa

Salah satunya titik kumpul masyarakat yang dimanfaatkan adalah Car Free Day di kawasan Dago, Kota Bandung, saban Minggu. Ribuan orang antusias mengikuti kegiatan senam bersama yang digelar. Tema yang diusung yakni gerakan masyarakat sadar demokrasi. 

“Peran media massa seperti cetak, elektronik, dan online juga sangat penting dalam melakukan sosialisasi tidak langsung ke masyarakat,” tegasnya.

Nina mengatakan pihaknya jauh-jauh hari sudah melakukan konsolidasi secara internal dengan KPU di 16 kota dan kabupaten terkait teknis sosialisasi. Tinggal secara teknis menunggu aturan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) terkait penyelenggaraannya.

“Kami menganggarkan bagi KPU kota dan kabupaten untuk melakukan sosialisasi hingga ke tingkat desa. Walaupun sekarang era media sosial, tetap membutuhkan sosialisasi secara manual dan langsung,” tuturnya.

KPU Jawa Barat menggelar senam di kawasan Car Free Day Dago, Kota Bandung, seraya menyosialisasikan Pilkada serentak Jawa Barat 2018 (Istimewa/Dok. PemiluUpdate.com)


Target Partisipasi Pemilih

Soal target 77,5 persen partisipasi pemilih di Pilkada serentak 2018, menurut Nina, cukup berat terealisasi di Jawa Barat. Hal ini merujuk angka partisipasi pemilih pada Pilkada 2013 yang berada dikisaran 63 persen, meski pada pemilihan legislatif (pileg) naik 71 persen.

“Kami tidak pesimis untuk mencapai target nasional. Sampai kisaran 70 persen sudah luar biasa. Trennya sekarang terjadi degradasi angka partisipasi masyarakat,” tukasnya.

Nina menegaskan suksesnya penyelenggaraan pemilu bukan hanya berbicara soal angka partisipasi. Tahapan demi tahapan peneyelenggaraan pemilu pun berjalan sesuai peraturan.

“Seluruh elemen juga harus ikut bertanggung jawab menyosialisasikan pilkada ini. Pemerintah, media massa, masyarakat, dan partai politik juga. Bukan hanya kami saja sebagai penyelenggara,” Nina kembali menggarisbawahi.

Akankah semua elemen yang disebut di atas akan benar-benar bahu-membahu menumbuhkan kesadaran tinggi akan pentingnya pemilu? Mulai hari ini, bukan besok! ()Herry Febrianto


[Surel: pemiluupdate@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here