Pilkada Sumut 2018 Pantas Disebut Grup Neraka

Panglima Kostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi meramaikan bursa calon gubernur di Pilkada Sumatera Utara 2018 (Istimewa/kabar.news.com)

MEDAN, PemiluUpdate.com – Pilkada Sumatera Utara (Sumut) 2018 boleh disebut “grup neraka”. Perebutan kursi nomor satu di salah satu provinsi utama di Indonesia ini bakal melibatkan sosok top.

Beberapa partai politik (parpol) menurunkan calon terbaiknya, yakni sang ketua. Ketua partai yang akan bertarung dalam pilkada serentak putaran ke-3 adalah Ketua DPD Nasdem Sumut Tengku Erry Nuradi, yang saat ini menjabat Gubernur Sumut.

Ada pula Ketua DPD Partai Demokrat Sumut JR. Saragih, yang juga Bupati Simalungun, dan Ketua DPD Partai Golkar Sumut, yang juga Bupati Langkat Ngogesa Sitepu.

Terakhir, Ketua DPD Partai Gerindra Sumut Gus Irawan Pasaribu. Gus Irawan saat ini duduk sebagai anggota DPR RI daerah pemilihan (dapil) Sumut.

Sisanya, walaupun bukan pemimpin tertinggi parpol setempat, namun bukan figur sembarangan. Ada politisi senior nasional PDIP Maruarar Sirait. Di sampingnya ada Tifatul Sembiring, politisi senior PKS, yang mantan menteri.

Sosok nonpartai juga meramaikan bursa calon gubernur Sumut. Dia adalah Panglima Kostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi, yang juga ketua umum PSSI. Berarti. kontestan satu ini jelas tokoh nasional pula.

Berdasar data Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2014, jumlah pemilih pada Pilkada Sumut 2018 berada di kisaran 9.902.948 pemilih. Jumlah pemilih ini tersebar di 17 kabupaten/kota di Sumatera Utara.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut memperkirakan perhelatan pilkada tahun depan akan menghabiskan biaya sekitar Rp 1,3 Triliun. ()MSM


[Surel: pemiluupdate@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here