PDIP Syaratkan Kader NU, Gus Ipul-Azwar ‘Head to Head’ di Jatim?

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam acara pramuka (Istimewa/pilgubjatim.com)

SURABAYA, PemiluUpdate.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP Hasto Kristiyanto melempar sinyal calon jadi gubernur Jawa Timur (Jatim) pada Pilkada 2018. Calon dimaksud kemungkinan besar adalah kader Nahdlatul Ulama (NU).

“PDI Perjuangan tidak mungkin mengingkari sejarah, kultur, dan kondisi riil di Jawa Timur. NU dan kadernya memiliki peran penting dan strategis di Jawa Timur,” ungkap Hasto di Sumenep, Jumat malam, 11 Agustus 2017.

Sekjen PDIP berada di Sumenep untuk memberikan pengarahan dalam Rapat Koordinasi DPC-PAC PDIP se-Madura di di Kecamatan Kota.

Di hadapan peserta rapat koordinasi, Hasto bercerita panjang lebar tentang sejarah dan pengaruh NU di Jatim. Dia juga menyinggung kedekatan Presiden RI Ke-1 Soekarno dengan kalangan kiai dan tokoh NU.

Karena latar belakang itu, menurut Hasto, PDIP tentu tidak akan mengabaikan tokoh NU, termasuk dalam pemilihan calon pemimpin Jatim periode 2018-2023. “Kami mendengarkan seksama masukan tokoh NU tentang Pilkada Jawa Timur 2018, termasuk figur yang layak diusung,” tutur Hasto.

Ditambahkan, kandidat PDIP haruslah figur yang mampu membangun kerja sama dengan segenap komponen bangsa. Dia wajib menumbuhkan gotong-royong seluruh komponen masyarakat.

Siapa yang bakal menjadi calon resmi PDIP pada Pilkada Jatim 2018? Sekjen PDIP belum bersedia merinci. Ia cuma mengatakan bahwa pihaknya membuat daftarnya berdasarkan pemantauan dan survei pendapat masyarakat. PDIP juga sudah melakukan komunikasi dengan partai politik (parpol) lain.

“Kami ingin memilih figur terbaik dari yang baik,” tegas Hasto lagi.

Penentuan akhir calon gubernur Jatim di tangan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.


Enam Pendaftar

DPD PDIP Jatim sejauh ini setidaknya enam kandidat calon gubernur dan calon wakil gubernur untuk pilkada tahun depan. Mereka sudah mendaftar ke partai berlambang kepala banteng.

Para kandidat dimaksud adalah Saifullah Yusuf atau Gus Ipul (wakil gubernur Jawa Timur), Kusnadi (wakil ketua DPRD Jatim, ketua DPD PDIP Jatim), Suhandoyo (anggota DPRD Jatim, ketua Banteng Muda Indonesia-BMI Jatim), Budi Sulistyono (Bupati Ngawi), Said Abdullah (anggota DPR RI), dan Abdullah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi).

Pendaftar yang mengambil formulir sebagai bakal calon gubernur yakni Gus Ipul. Sedangkan sebagai calon wakil gubernur adalah Kusnadi.

Empat pendaftar lainnya yakni Suhandoyo, Budi Sulistyono, Said Abdullah, dan Abdullah Azwar Anas mengambil formulir dengan dua pilihan posisi; calon gubernur dan wakil gubernur.


Kandidat Kader NU

Ditilik dari latar belakang pengalaman organisasi keenam kandidat tersebut, dua di antaranya merupakan kader NU. Mereka adalah Saifullah Yusuf dan Abdullah Azwar Anas.

Gus Ipul sebelum menjabat wakil gubernur Jatim menghabiskan waktunya di organisasi NU. Ia aktif sebagai anggota Pengurus Pusat IPNU (1992-1994), ketua Pimpinan Pusat IPNU (1990-1995), wakil Sekretaris Jenderal PP GP Ansor (1995).

Saifullah juga pernah menjabat sebagai sekretaris jenderal AMNU, sekretaris jenderal DPP PKB (2002-2004), ketua umum PP GP Ansor (2000-2005), dan ketua umum PP GP Ansor (2005).

Sedangkan Azwar Anas pernah menjadi elit DPP PKB yakni anggota Lembaga Pemenangan Pemilu DPP PKB (2008-2009), wakil Bendahara DPP PKB, dan terakhir sebagai wakil Sekretaris Jenderal DPP PKB.

Sama dengan Gus Ipul, Bupati Banyuwangi juga pernah di PP GP Ansor. Tepatnya menjabat sebagai ketua (2004-2009), Ketua PP IPNU. Dia juga masuk dalam jajaran PW NU DKI Jakarta.

Akankah keduanya bersaing memperebutkan posisi calon gubernur Jatim atau disandingkan dalam satu paket pasangan? ()SJT


[Surel: pemiluupdate@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here