Sekda Jabar Dilirik Golkar dan PDIP untuk Calon Wakil Gubernur

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa (kanan) (Ridwan Ewako/PemiluUpdate.com)

JAKARTA, PemiluUpdate.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa masuk dalam radar Partai Golkar guna menempati posisi calon wakil gubernur pada Pilkada Jawa Barat (Jabar) 2018.

Hal itu diungkapkan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi selaku kandidat calon gubernur yang diusung Partai Golkar.

“Jelas dari Golkar saya. Soal wakil masih berproses. Ada Ibu Puti Guntur Soekarno dan Sekda Jabar (Iwa Karniwa),” ujar Dedi kepada wartawan.

Selain menyebutkan sosok yang dipertimbangkan sebagai calon wakil gubernur, Ketua DPD Partai Golkar Jabar tersebut mengaku partai tengah membangun upaya koalisi di pilkada provinsi terpadat di Indonesia ini.

Salah satu rentetan pertemuan digelar di Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP Hasto Kristiyanto di kediaman Golkar Idrus Marham di Cibubur, Jakarta Timur.

“Kita memang rencanakan untuk membangun koalisi bersama. Walaupun semua keputusan nanti akan tertulis di DPP (Golkar). Keduanya saling terbuka,” kata Dedi.

Ditataran calon gubernur, aku Dedi yang tak lepas dari busana khas Sunda ini, Golkar dan PDIP hampir bulat. Kedua partai ini bakal mengusung dirinya. Calon wakil gubernur yang masih digodok.

“Nanti ada pertemuan yang ditindaklanjuti di tingkat DPD Jabar masing-masing,” kata Dedi.


PDIP Mengalah ke Golkar

Mengenai keputusan melepas kursi calon gubernur Jabar bagi kadernya, Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan tidak masalah. Padahal, PDI-P mempunyai 20 kursi di DPRD Jabar, cukup untuk mengusung calon gubernur dan wakil gubernur sendiri. Sedangkan Golkar memiliki 17 kursi.

“Dalam politik pasti mengincar posisi yang strategis, gubernur. Ketika rakyat dari pemetaan politik menghendaki posisi wakil, kami harus siap atas apa yang dikehendaki rakyat tersebut,” Hasto memberi alasan.

Hasto mengatakan besaran kursi di DPRD biasanya memang dijadikan dasar penentuan posisi cagub dan cawagub. Namun, ada faktor lain yang juga harus diperhatikan yakni elektabilitas calon yang diusung.

“Kita harus lihat dinamika rakyat, kemampuan dan elektabilitas calon itu, yang menjadi konsideran dalam mengambil keputusan politik,” tandas Hasto. ()BIH/LMC


[Surel: pemiluupdate@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here