Pengamat Tawarkan Deddy-Haris Yuliana, Bukan Deddy-Ahmad Syaikhu

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar (Demiz) (Istimewa/Dok. PemiluUpdate.com)

KOTA BANDUNG, PemiluUpdate.com – Dua pengamat politik dari perguruan tinggi berbeda di Kota Bandung mempertanyakan duet Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu yang digadang-gadang PKS untuk Pilkada Jawa Barat (Jabar) 2018.

Deddy Mizwar adalah wakil gubernur Jabar kini, sementara Ahmad Syaikhu pun masih menjabat wakil wali kota Bekasi.

Pengamat Ilmu Politik dan Pemerintahan, Universitas Katholik Parahyangan Bandung, Asep Warlan Yusuf memprediksi Deddy kemungkinan masih diduetkan dengan kader PKS lainnya. Disebutkan, misalnya dengan Wakil Ketua DPRD Jabar Haris Yuliana.

Asep beralasan popularitas dan elektabilitas Syaikhu masih di bawah beberapa kader PKS. “Bisa saja nanti malah Haris Yuliana lebih cocok dipasangkan dengan Deddy Mizwar, atau Netty Heryawan yang memiliki popularitas lebih tinggi daripada Syaikhu,” kata Asep di Kota Bandung, Rabu, 9 Agustus 2017.

Dosen bergelar doktor itu menegaskan dalam ranah politik, utak-atik pasangan calon kepala daerah terus dilakukan hingga hari terakhir pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Jadi, kata Asep, walaupun PKS telah melansir duet yang diusungnya untuk perhelatan memperebutkan kursi gubernur-wakil gubernur Jabar periode 2018-2023, tidak tertutup kemungkinan berubah.

Belum lagi, lanjutnya, Partai Gerindra tentu tidak begitu saja menerima keputusan PKS. Kedua partai tersebut memang kemungkinan besar bergandengan tangan dalam pilkada di provinsi berpenduduk terbanyak ini.

Deddy yang budayawan sejauh ini memang bukan partai manapun. Namun memiliki hubungan yang lebih dekat dengan PKS karena selama empat tahun berdampingan dengan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, pengurus DPP PKS. Sedangkan Ahmad Syaikhu adalah ketua umum DPW PKS Jawa Barat.


Kurang Populer

Pakar Komunikasi Politik, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Karim Suryadi menyoroti popularitas Ahmad Syaikhu. Dia kalah ketimbang Haris Yuliana atau Tate Qomarudin, ketua umum DPW PKS Jabar sebelumnya dan kini menjadi ketua DPP PKS Wilayah Banten, Jakarta, dan Jawa Barat.

Dalam pandangan Karim, memaksakan Syaikhu dalam istilah politik disebutkan “New Things New Hope“. Kasusnya sama dengan ketika Partai Demokrat memunculkan sosok Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

“Mungkin orang-orang PKS mau mencoba paradigma itu. Di tengah-tengah gencarnya pemberitaan orang-orang populer, PKS mencoba memunculkan sesuatu yang baru sehingga publik bisa bertanya pasti dia punya kekuatan,” ungkap Karim.

Boleh saja strategi dilakukan. Hal yang perlu dicatat, PKS harus benar-benar mampu menata rasa penasaran publik.


Sebelumnya di Kota Bekasi

Sebelumnya, Sang Wakil Wali Kota didudukkan sebagai calon kontestan Pilkada Kota Bekasi 2018. Namanya kemudian dicoret karena didorong ke Kota Bandung untuk agenda pemilihan gubernur Jabar.

Posisinya kemudian digantikan oleh anggota Fraksi PKS DPR RI Sutriono, sebagai calon wali kota Bekasi. Syaikhu batal menjadi calon petahana di Kota Bekasi. ()BIH/AAM


[Surel: pemiluupdate@gmail.com]

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here