Dinilai tak Hargai Parpol, PDIP ‘Ogah’ Usung Emil di Pilkada Jabar

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat acara deklarasi dirinya diusung oleh Partai Nasdem (Istimewa/sindonews.com)

PemiluUpdate.com – Teka-teki apakah Wali Kota Bandung Ridwan Kamil alias Emil akan diusung PDIP pada Pilkada Jawa Barat (Jabar) 2018 terjawab. Setidaknya berdasar penegasan Ketua DPP PDIP Andreas Kugo Pareira.

Menjawab pertanyaan viva.co.id, Selasa, 8 Agustus 2017, Andreas menandaskan bahwa partai kepala banteng ogah mengusung arsitek yang popoler di media sosial tersebut. Keengganan ini berdasar beberapa pertimbangan.

Pertama, ungkap Andreas, PDIP sebagai partai politik (parpol) pemenang di Jabar dengan 20 kursi, bisa mengusung kadernya.

“Kalaupun PDIP mengusung calon gubernur atau calon wakil gubernur tentu menghendaki ada kader partai yang juga diusung. Entah sebagai calon gubernur atau wakil,” ujar Andreas.

Kedua, PDIP juga menghendaki calon yang koperatif dengan partai. Selain itu, bakal calon tersebut juga harus koperatif dengan kader-kader partai untuk memenangkan pilkada nanti.

Andreas menyatakan figur Emil dinilai tak cocok dengan kebijakan PDIP untuk Pilgub Jabar 2018.

Ditambahkan, PDIP menolak calon-calon yang merasa dirinya independen, tidak perlu partai tetapi hanya butuh rekomendasi partai. Pola pikir seperti ini pasti tidak sesuai dengan PDIP.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto memastikan partainya tak akan mengusung Emil. Salah satu alasannya adalah sikap Emil yang tidak berkomunikasi dengan parpol lain ketika setuju diusung Partai Nasdem.

“Karena Pak Ridwan Kamil yang sudah mengajukan diri sebagai gubernur, ya, sudah. Itu hak beliau. Hanya, dalam hal ini kolektivitas partai dengan dialog harus diutamakan. Ini yang harus dilihat sebagai sikap,” tandas Hasto. ()LMC


[Surel: pemiluupdate@gmail.com]

Thanks for sharing

Komentar Anda?

Please enter your comment!
Please enter your name here